Kamis 27 Oktober 2022, 22:51 WIB

Unilever Indonesia Patok Pertumbuhan 6% di 2023

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Unilever Indonesia Patok Pertumbuhan 6% di 2023

AFP
Ilustrasi

 

MESKI ada ancaman resesi perekonomian global di tahun depan, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) optimistis penjualan produk akan bertumbuh. Perseroan tersebut menargetkan pertumbuhan di kisaran 6% di 2023.

"Saya optimistis di 2023 market tetap tumbuh, produk di segmen Fast Moving Consumer Good (FMCG) masih bergerak sehat. Pertumbuhan penjualan sekitar 5-6%," kata Presiden Direktur Perseroan Unilever Ira Noviarti saat konferensi pers, Jakarta, Kamis (27/10).

Keyakinan tersebut, ungkap Ira, melihat dari pertumbuhan ekonomi yang dinilai terjaga baik dibanding negara berkembang lainnya. Ia mencontohkan seperti inflasi India yang melaju di kisaran 7%, lebih tinggi dibanding inflasi Indonesia yang berada di kisaran 5% pada tahun ini. "Dengan ekonomi Indonesia yang terjaga dengan inflasi 5,96%, saya tidak melihat dampak resesi ke Indonesia minim," ucap Ira.

Untuk menjaga pasar, UNVR berusaha mempertahankan harga produknya terjangkau dan memperkuat pemasaran untuk masyarakat kelas menengah. "Selain menguatkan big brand kita seperti Royco, Bango, harga juga harus terjangkau, tidak kemahalan dan distribusinya terjaga dengan baik," tegas Ira.

Unilever Indonesia berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 31,5 triliun di kuartal III 2022. Angka tersebut tumbuh 5% secara year on year (yoy) atau 2,3% jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,3% year on year dengan membukukan laba sebesar Rp4,6 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Vivek Agarwal selaku Direktur Finance Unilever Indonesia memperkirakan dampak resesi global tidak terlalu berdampak parah ke dalam negeri. Indonesia yang menjadi eksportir komoditas dianggap akan untung dengan adanya inflasi. "Komoditas Indonesia akan untung. Hal ini terlihat tingkat inflasi lebih rendah daripada global," sebutnya.

Ia berpandangan, meski resesi terjadi di tahun depan, konsumen mau tidak mau tetap mengeluarkan uang untuk membeli kebutuhan pokok mereka. "UNVR pun juga memastikan ketersediaan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga tepat untuk membantu konsumen kami," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

Dok MI

ADB Kucurkan Pinjaman US$500 Juta untuk Dukung Reformasi Sektor Energi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 29 November 2022, 17:56 WIB
Pinjaman ini juga diperuntukan memperluas investasi sektor swasta di bidang energi bersih dan...
Ist

Kecelakaan Kerja, Pegawai BNI Dapat Santunan Rp439 Juta dari BPJAMSOSTEK

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 17:51 WIB
BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Grha BPJamsostek menyerahkan santunan kepada ahli waris yang diterima Lailatul Maghfiroh dengan total...
MI/Haryanto

OJK Jateng dan DIY Perkuat Sinergi Dan Keterbukaan Dengan Wartawan

👤Haryanto/Widjajadi 🕔Selasa 29 November 2022, 17:20 WIB
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jawa Tengah & DIY memperkuat sinergi dan keterbukaan di bidang stabilitas sistem...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya