Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
CEO dan Co-Founder PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli/BELI) Kusumo Martanto optimistis pasar industri barang konsumsi di Indonesia akan terus tumbuh hingga mencapai US$ 436 miliar pada 2025.
Berdasarkan survei Euromonitor dan Frost & Sullivan, menurut dia, nilai pasar tersebut tumbuh dibandingkan US$257 miliar pada 2020 sehingga akan mendukung Blibli yang berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 November 2022.
"Ini potensi yang luar biasa. Kita memilih mempunyai model bisnis yang berkelanjutan dan potensinya juga besar," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/10).
Dari potensi nilai industri barang konsumsi yang sebesar US$436 miliar dolar AS pada 2025, senilai US$150 miliar datang dari sektor perdagangan, dimana Blibli mengklaim sebagai salah satu pemain utama perdagangan digital di Indonesia.
Sementara senilai US$1 miliar datang dari sektor pariwisata dan gaya hidup dimana Blibli memiliki tiket.com sebagai bagian dari ekosistemnya. Terakhir senilai US$240 miliar berpotensi didapatkan oleh sektor grosir ritel dimana ekosistem Blibli memiliki Ranch Market di dalamnya.
"Jadi saat memilih bisnis model dan mengembangkannya, kita selalu melihat potensinya bagus atau tidak, konsumennya butuh atau tidak, kita bisa memberi solusi terbaik atau tidak. Dan sebagai pengusaha atau bisnis kita mau membuat usaha yang berkelanjutan, jangka panjang, dan menguntungkan," ucapnya.
Blibli akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menawarkan sebanyak-banyaknya 17,77 miliar saham baru dengan target dana yang dihimpun dari pasar modal senilai Rp8,17 triliun.
Saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp250 itu setara dengan sebanyak-banyaknya 15 % dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) yang dikeluarkan dari portepel Perseroan.
Saham IPO Blibli ditawarkan dengan rentang harga penawaran sebesar Rp410 hingga Rp460 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.
Saat ini Blibli telah memulai langkah awal IPO dannmenunjuk BCA Sekuritas serta PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai para penjamin pelaksana emisi efek. Adapun masa penawaran awal dilakukan selama 17-24 Oktober 2023 dan masa penawaran umum akan dimulai 1-3 November 2022.
BLIbli mencatat pendapatan neto pada periode semester pertama tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,7triliun, tumbuh 124% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pendapatan neto pada periode tersebut telah mencapai 76% dari jumlah pendapatan neto tahun 2021.
Laba bruto perseroan pada periode semester pertama tahun 2022 tercatat meningkat 148%dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun pada 2021, jumlah pelanggan institusi baik pemerintah maupun swasta juga meningkat dari 80.783 pelanggan menjadi 153.089 pelanggan. (Ant/E-1)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
SOROTAN lembaga pemeringkat dan indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings terhadap Indonesia dinilai memiliki dampak yang cukup serius.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
BEI angkat bicara terkait sejumlah perkara dugaan manipulasi dan kejahatan pasar modal atau dikenal praktik saham gorengan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved