Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN minyak dan gas multinasional asal AS, ExxonMobil dikabarkan tertarik mengelola pengembangan Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela, di Maluku, selepas Shell memutuskan hengkang dari proyek itu.
Selain Pertamina, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyampaikan, ExxonMobil sedang melakukan studi pengembangan proyek itu.
Ia menyebut, Inpex sebagai pemilik saham mayoritas Blok Masela tengah berkomunikasi dengan kedua perusahaan tersebut.
"Kalau sekarang Inpex lagi memprosesnya dengan Pertamina. ExxonMobil juga memang dihubungi Inpex. Sekarang, Exxon lagi melakukan studi," ungkap Dwi di Kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (17/10).
Dwi menerangkan, saat ini negosiasi pengelolaan Blok Masela masih tengah berlangsung untuk menyepakati berapa konsorsium yang terlibat bersama Inpex.
"Apakah nanti konsorsiumnya hanya tetap dua saja atau menjadi tiga, itu masih dalam perkembangan negosiasi," kata Dwi.
Pertamina sendiri dikabarkan tengah mengkaji perihal data keekonomian Blok Masela yang memiliki investasi sebesar US$19,8 miliar.
Perseroan yang dipimpin Nicke Widyawati itu harus mengucurkan sekitar US$6 miliar untuk mengakuisisi Participating interest (PI) Shell sebesar 35% di Blok Masela.
Pada November 2022, diharapkan baik Pertamina maupun ExxonMobil dapat memberikan non binding offer atau penawaran tidak mengikat kepada Shell.
"Untuk Pertamina sendiri kan harus memerhatikan posisi keuangannya," pungkasnya. (OL-8)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, sebanyak 301 hasil eksplorasi minyak dan gas (migas) telah masuk tahap rencana pengembanga
Jepang disebut sebagai calon pembeli utama, kemudian dari Malaysia karena Petronas adalah mitra Inpex, dan berikutnya beberapa negara Asia seperti Taiwan.
Sebagai penopang ketahanan energi Indonesia di masa depan, proyek gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) Lapangan Abadi Blok Masela di Tanimbar, Maluku, kini memasuki babak baru.
Sikap tegas tersebut sebagai peringatan kepada kontraktor Blok Masela supaya tidak semaunya sendiri menjalankan proyek strategis nasional (PSN) itu.
perlu ada sinergi yang baik antar kementerian/lembaga dan stakeholder untuk menciptakan iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas (migas) Indonesia menarik di mata investor
SKK Migas menjaring calon pembeli gas alam cair (LNG) karena adanya besarnya potensi gas di Blok Masela, Maluku.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan 110 blok migas untuk ditawarkan kepada investor dalam dua tahun ke depan
SKK Migas menargetkan 8 proyek strategis hulu migas onstream 2026 dengan investasi US$478 juta, menambah 8.457 bopd dan 389 mmscfd.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Sektor hulu migas tetap memiliki peran krusial dalam menopang perekonomian dan ketahanan energi Indonesia, terutama di tengah fase transisi energi.
Sepanjang periode 2020–2025, total nilai kontrak kegiatan hulu migas tercatat mencapai lebih dari Rp725 triliun dengan komitmen TKDN sebesar 59% atau sekitar Rp388 triliun.
VICE President Sekretaris SKK Migas, Hudi Dananjoyo Suryodipuro, 48, tewas saat mengendarai sepeda dan mengalami kecelakaan. DPRD minta pemprov dki behani jalur pejalan kaki dan sepeda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved