Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENUJU era pascapandemi, pengusaha pemula yang telah sukses kini semakin bermunculan. Pandemi telah berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat, seperti terbatasnya lapangan kerja dan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tak sedikit yang akhirnya memilih untuk memulai bisnisnya sendiri meskipun tidak mudah.
Pengusaha pemula yang merasa kesulitan kemudian bergabung dengan komunitas bisnis untuk mendapatkan ilmu, relasi, dan benefit lain demi membantu bisnisnya berkembang.
Baca juga : UMKM Perempuan Diajak Berikan Produk dan Layanan Terbaik bagi Pelanggan
Salah satu komunitas bisnis terbesar saat ini adalah Komunitas Belajar Bisnis by Evermos. Didirikan pada tahun 2019, jumlah anggotanya telah tumbuh dengan pesat hingga lebih dari 148.000 orang.
Beberapa dari anggota pun telah sukses dan memiliki omzet hingga Rp100 juta per bulan melalui Evermos, sebuah platform sekaligus ekosistem yang menjembatani reseller dengan brand lokal untuk jualan online produk-produk terbaik asli Indonesia.
Co-Founder dan CEO Evermos, Ghufron Mustaqim menjelaskan, "Evermos didirikan dengan impian untuk membantu UMKM dan brand lokal lebih berdaya saing, terutama dalam menghadapi perusahaan-perusahaan yang sudah lebih matang."
Baca juga : Laporan TikTok: Konsumen di Tanah Air Kian Prioritaskan Nilai dari pada Harga
"Salah satu tantangan terbesarnya adalah ekosistem kewirausahaan kita di Indonesia yang masih belum optimal," kata Ghufron dalam keterangan pers, Kamis (29/9).
"Maka dari itu, Evermos tidak hanya membangun platform, namun juga membangun komunitas bisnis sebagai tempat bagi siapapun yang ingin berwirausaha untuk sama-sama belajar, berbagi inspirasi, dan berkolaborasi." jelasnya.
Komunitas Daring Menjadi Solusi
Baca juga : Perlu Regulasi E-Commerce Komprehensif Dorong Pelaku UMKM di Tanah Air
Merujuk laporan Global Entrepreneurship Index 2018 (GEI) yang dirilis oleh The Global Entrepreneurship Development Institute (GEDI), ekosistem kewirausahaan Indonesia menempati peringkat ke-94 dari 137 negara.
Hal ini menandakan bahwa masyarakat, terutama para pengusaha pemula, masih memiliki keterbatasan akses informasi serta wawasan terkait bisnis.
Melihat krusialnya dampak keterbatasan akses informasi dan wawasan bisnis ini, berbagai pihak berusaha untuk menyediakan solusi.
Baca juga : Cara Hasilkan Cuan lewat E-Commerce dan Media Sosial
Para pendiri startup dan expert beramai-ramai membuat kelas-kelas belajar skill secara daring, baik yang berbayar maupun gratis seperti Komunitas Belajar Bisnis by Evermos yang bebas diakses di Platform Facebook Group.
Kesempatan ini menjadi angin segar bagi siapa saja yang ingin memulai usahanya dari nol dan menjadi pengusaha andal.
Valeska Kartasentana, Senior Digital Community Specialist, Reseller Evermos, dan Pengusaha Kopi menyampaikan, "Platform Facebook Group memiliki potensi yang paling baik sebagai wadah online Komunitas Belajar Bisnis by Evermos."
Baca juga : MS Glow Luncurkan Glowversity untuk Tingkatkan Kualitas Seller
"Kenapa? Pertama, supaya bisa mewadahi member yang terus bertambah dan kini jumlahnya sudah beratus ribuan. Kedua, jangkauannya yang luas bisa mencakup seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," katanya.
"Dan ketiga, member juga mudah dalam mengunggah foto dan update status, gak makan banyak kuota. Jadi, kita bisa saling tanya dan berbagi soal cara kita masing-masing bisa berhasil," jelas Valeska.
Untuk bergabung di Komunitas Belajar Bisnis by Evermos, setiap orang hanya perlu membuka tautan evermos.info/joinKBB dan klik "Gabung Grup".
Baca juga : Angka Pengangguran Disabilitas Sangat Tinggi, PGN Mas Turut Terpanggil
Setelah bergabung, semua anggota dapat langsung menikmati konten-konten terkait belajar bisnis online secara rutin, baik dari para reseller yang sudah sukses, trainer profesional, ataupun para pemilik usaha dari seluruh Indonesia.
Dua Rahasia Memulai Bisnis dari Nol
Menurut Valeska, dalam memulai bisnis, yang terpenting adalah terus belajar. Ikut kelas-kelas yang relevan dengan tema bisnis.
Baca juga : KoinLearn, Platform Belajar Gratis untuk UMKM, Resmi Diluncurkan
"Kalau di luar sana banyak kelas yang berbayar, di Komunitas Belajar Bisnis by Evermos itu gratis dan video rekamannya di Facebook Group Live juga bisa ditonton ulang," jelas Valeska.
"Di samping ikut kelas, penting juga untuk berkumpul dengan orang-orang yang punya tujuan yang sama, supaya bisa diskusi dan kitanya tersuasanakan untuk terus berikhtiar, sukses bareng-bareng. Makanya di komunitas kita ada beberapa program yang rutin berjalan, minimal online 9 kali per bulan, serta offline 1 kali per bulan di seribu kecamatan," tambah Valeska.
Program terfavorit di Komunitas Belajar Bisnis by Evermos adalah Kelas Bisnis & Marketing (KBM) yang diadakan setiap hari selasa live di Facebook Group.
Baca juga : Antusiasme Peserta Sambut Pelatihan UMKM Gratis Jilid Tiga
KBM mengangkat topik-topik yang dapat menunjang berbisnis dan berjualan, baik dari segi pemahaman maupun teknis seperti penggunaan tools.
Beberapa topiknya antara lain teknik copywriting dalam berjualan, berjualan dengan menggunakan Whatsapp Business, belajar desain dengan Canva, membuat buyer persona, dll.
Sebagai pelengkap dari KBM, masih ada program-program lain yang diadakan secara daring dan luring, diantaranya Ngobrol Bareng Reseller Inspiratif, Kepoin Produk, Kajian Evermos, Kopi Darat (Kopdar) di tingkat kecamatan, dan Silaturahmi Reseller di tingkat provinsi.
Baca juga : Kiat Sukses Kembangkan Bisnis Menggunakan Media Sosial
Kedepannya, Komunitas Belajar Bisnis by Evermos masih akan terus berkontribusi dan bermanfaat bagi reseller dan non-reseller sebagai sarana belajar bisnis.
"Nantikan kelas dengan materi-materi dari narasumber expert, mulai dari kelas belajar bisnis untuk pemula sampai strategi digital marketing. Eksklusif di Komunitas Belajar Bisnis by Evermos," ungkap Valeska.
Perlu diketahui bahwa Evermos merupakan sebuah platform social commerce yang memudahkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjual produknya melalui jaringan reseller.
Evermos menyediakan kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi reseller secara gratis dan mudah. (RO/OL-09)
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Diskusi berfokus pada bagaimana Indonesia dan Australia dapat memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi kemitraan strategis antara 24 perusahaan rintisan (startup) Indonesia terpilih dengan korporasi dan ekosistem startup luar negeri.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved