Selasa 06 September 2022, 15:28 WIB

Ikappi: Kenaikan BBM Kerek Harga Sembako

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ikappi: Kenaikan BBM Kerek Harga Sembako

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Pedagang bawang merah menunggu pembeli di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta.

 

DEWAN Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP Ikappi) menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak terhadap banyak sektor, khususnya pangan seperti sembako.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menaikkan harga BBM jenis RON 90 atau pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Sementara itu, harga minyak diesel atau solar naik dari Rp5.150 per liter ke Rp6.800 per liter.

"Kenaikan harga BBM akan berdampak sangat besar terhadap kenaikan harga sembako," kata Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP Ikappi Ahmad Choirul Furqon dalam keterangannya, Selasa (6/9).

Ia mengatakan dampak kenaikan BBM sudah mulai terlihat dengan naiknya harga daging ayam dan cabai di sejumlah daerah.

"Dampak kenaikan harga BBM untuk awal saja sudah terlihat sekali. Baru berapa BBM naik, harga daging ayam di sudah mulai naik, harga cabai di Tasikmalaya sudah naik," sebutnya.

Selain itu, sebelum diumumkan kenaikan BBM pada Sabtu (3/9), harga telur sudah naik, dari Rp27 ribu per kilogram (kg) lalu beranjak menuju Rp32 ribu per kg pada Agustus. Hal ini diproyeksikan akan terus tinggi bersama komoditas pangan lainnya.

Baca juga: Subsidi Angkutan Antarmoda di KSPN Dorong Pemulihan Ekonomi

Achmad menyebut kenaikan harga BBM ini akan memberikan efek domino terhadap kehidupan masyarakat, seperti inflasi, biaya transportasi, hingga berdampak pada lonjakan harga pangan.

"Jika inflasi dianalisa awal hanya sekitar 4%, maka ada kemungkinan pasca kenaikan harga BBM analisa dari perbankan dan ekonom menyebutkan paling buruk 6%," ucapnya.

Ia berharap pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini tidak hanya menggunakan kebijakan populis, tapi harus dengan pertimbangan logis dan matang. Serta, jangan sampai kebijakan ini dinikmati oknum atau segelintir orang.

"Kami berharap pemerintah tidak hanya menggunakan kebijakan populis sebagai solusi, tapi harus kebijakan yang memang subtantif," tutur Ahmad.

"Kita tahu sejak lama Indonesia disandera oleh mafia migas, kami harap kenaikan harga BBM ini tidak hanya menguntungkan para importir migas dan menyengsarakan masyarakat," tudingnya. (OL-4)

Baca Juga

DOK situs web State Street.

Jelang Akhir Tahun, TECH Masuk ETF State Street

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 22:07 WIB
Saham PT IndoSterling Technomedia (TECH) berhasil masuk dalam Exchange Trade Fund (ETF) atau paket saham yang dikelola manajemen investasi...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Suharso Monoarfa Mendapat Tugas Baru dari Presiden

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 21:35 WIB
Presiden Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai koordinator pelaksana pada Dewan Pengarah Nasional untuk pencapaian...
Antara

Mendag: Presiden Setuju Kucurkan Rp100 Triliun untuk Serap Produk Petani

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 21:23 WIB
Menurut Zulhas, sapaan karib Zulkifli Hasan, usulan itu dapat mendorong peningkatan kesejahteraan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya