Minggu 28 Agustus 2022, 08:23 WIB

Pembenahan Tata Niaga Jagung Dapat Turunkan Harga Telur

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Pembenahan Tata Niaga Jagung Dapat Turunkan Harga Telur

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi jagung

 

Pembenahan tata niaga komoditas jagung yang termasuk bahan utama dalam pembuatan pakan bagi ayam petelur, dinilai merupakan salah satu elemen penting untuk mengendalikan harga pakan sehingga dapat menurunkan harga telur ke depannya.

"Tata niaga pakan seperti jagung juga harus dibenahi agar rantai pemasaran lebih pendek sehingga harga lebih murah," kata Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak dalam rilis di Jakarta, Minggu (28/8).

Menurut dia, dorongan saat ini untuk menggalakkan kebijakan pengendalian harga telur yang tengah melambung merupakan momentum dalam rangka membenahi tata niaga pakan dan telur.

Ia mengemukakan, salah satu penyebab lain kenaikan harga telur disebabkan naiknya harga pakan dengan kenaikan hingga 30 persen dari sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh kenaikan harga jagung di mana impor jagung dinilai masih cukup besar.

Dampak kenaikan harga telur, lanjutnya, akan meningkatkan inflasi dan penurunan daya beli masyarakat akibat nilai uang yang tergerus.

"Telur bukan hanya menjadi kebutuhan pokok, namun juga bahan baku penting dalam usaha aneka produk makanan yang pelakunya sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," kata politisi Fraksi PKS itu.

Berdasarkan data pusat informasi harga pangan strategis nasional (IPHPS), harga telur pada saat ini dapat mencapai Rp31.500 per kg. Sedangkan di sejumlah pasar tradisional di Jabodetabek bisa berkisar antara Rp32 ribu-Rp33 ribu per kg.

Menurut Amin, solusinya antara lain harus ada perbaikan tata niaga, misalnya dengan memperpendek rantai pemasaran telur, serta memberikan insentif bagi pelaku usaha peternakan kecil dan menengah yang tahun lalu sempat dihantam pandemi sehingga bisa bangkit dan kembali memulai usahanya, misalnya dengan menggenjot kredit usaha rakyat (KUR) untuk peternakan.

Sebagaimana diwartakan, Badan Pangan Nasional menyebutkan kenaikan harga telur saat ini karena sedang mencari keseimbangan (ekuilibrium) sebagai akibat kenaikan pada beberapa variabel biaya.

"Contohnya pakan karena beberapa ada yang masih impor sehingga ketika terjadi gejolak mata uang harga ikut naik," kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi saat memberikan arahan pada Rapat Pimpinan Provinsi III/ 2022 Kadin DKI Jakarta di Jakarta, Sabtu (27/8).

Arief menuturkan tak hanya itu, terdapat banyak variabel yang membuat harga telur mengalami kenaikan, salah satunya yang juga memberi kontribusi besar, antara lain biaya transportasi apalagi telur bukan komoditi yang tahan lama.

Ia mengatakan yang pasti harga telur tidak mungkin untuk kembali ke harga Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram karena bakal mematikan peternak. "Kalau harga menjadi Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram peternak pasti kolaps dan mereka bakal kapok menjadi peternak," ujar Arief.

Sebelumnya terkait jagung, pemerintah mendorong ekstensifikasi produksi jagung dengan 86 ribu hektare lahan baru seturut arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet mengenai peningkatan produksi jagung di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/8).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers seusai rapat menyampaikan bahwa lahan tersebut tercakup dalam luasan total 141 ribu lahan tanam jagung seluruh Indonesia.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden akan meningkatkan produksi jagung nasional di daerah yang dimintakan baru, yakni Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara, dengan total lahan seluas 141 ribu hektare yang 86 ribu di antaranya merupakan lahan baru," kata Airlangga Hartarto. (Ant/OL-12)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Perkuat UMKM, Sinar Mas Land Berikan Pelatihan dan Pendampingan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 23:49 WIB
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam menopang perekonomian nasional, sehingga peningkatan daya...
dok.ant

Oke ungkap Penyebab Krisis Minyak Goreng pada Januari lalu

👤Sri Utami 🕔Kamis 29 September 2022, 23:40 WIB
MANTAN Dirjen Perdagangan Dalam Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengungkapkan penyebab kelangkaan minyak goreng selama...
MI/BAYU ANGGORO

Tokopedia Bantu 12 Juta UMKM dengan Beragam Aplikasi

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 29 September 2022, 23:25 WIB
Sangat penting bagi UMKM agar bisa terus beradaptasi dengan perkembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya