Jumat 22 Juli 2022, 19:51 WIB

Selain Tiket Mahal, Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi 200 Ribu per Tahun

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Selain Tiket Mahal, Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi 200 Ribu per Tahun

MI/John Lewar
Pulau Komodo

 

PEMERINTAH telah menerapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur, senilai Rp3,75 juta mulai 1 Agustus 2022. Selain itu, pengunjung juga dibatasi dengan tidak lebih dari 200 ribu orang per tahun. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pembatasan itu berdasarkan hasil studi pemerintah terhadap kawasan taman nasional tersebut. Ini disampaikan usai mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (21/7).

"Pulau Komodo memiliki carrying capacity yang terbatas. Oleh karena itu diputuskan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/7).

Sandiaga menambahkan, pembatasan pengunjung itu karena memperhatikan aspek konservasi, menurut data pemerintah jumlah komodo saat ini tercatat sebanyak 3.300 ekor.

"Sehingga diharapkan tidak menurun jumlah komodonya tapi dipertahankan. Jika wisatawan ingin melihat komodo bisa melihat ke Pulau Rinca. Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ungkapnya.

Baca juga: Sandiaga: Tiket Masuk Komodo Naik Jadi Rp3,75 Juta

Menparekraf juga menjelaskan ada kompensasi bagi wisatawan yang sudah memesan dan membayar ke travel agentyang ingin berkunjung sebelum kebijakan ini diterapkan pada 1 Agustus 2022.

“Untuk wisatawan yang sudah booking dan membayar ke travel agent sebelum kebijakan ini ditetapkan akan diberikan tenggat waktu sampai akhir Desember. Jadi jangan khawatir kawasan Pulau Rinca segera dibuka untuk wisatawan,” tukasnya.

Soal adanya protes dari masyarakat soal mahalnya tiket masuk ke Pulau Komodo, Sandiaga berjanji menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi dan juga menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo.

“Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan Konsumsi Pertalite

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:51 WIB
Hal itu penting untuk dilakukan agar beban subsidi dalam postur APBN tidak semakin membengkak. Diketahui, belanja untuk subsidi energi...
Ist

CreaVid Competition untuk Mendukung Industri Kreatif di Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:29 WIB
Lewat kreasi generasi milenial ini, publik diharapkan bisa lebih paham tentang investasi keuangan, agar masyarakat tidak mudah terpedaya...
Dok. Pribadi

Karya Desainer dan Arsitek Indonesia Ikut Warnai Pembangunan Bangsa

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:47 WIB
Saat ini Karya Cipta para ahli Indonesia telah mencapai hasil desain yang cukup tinggi dan makin berkualitas dengan dukungan teknologi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya