Rabu 06 Juli 2022, 21:51 WIB

Pemerintah Segera Batasi Ekspor sejumlah Bahan Mentah

Mediaindonesia | Ekonomi
Pemerintah Segera Batasi Ekspor sejumlah Bahan Mentah

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadali

 

PEMERINTAH Republik Indonesia segera membatasi ekspor sejumlah bahan mentah untuk memastikan terjaganya hilirisasi di dalam negeri.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia pada pertemuan Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 di Solo, Rabu mengatakan energi hijau, terjaganya lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan dari kebijakan tersebut.

"Indonesia dalam melakukan investasi ke depan terhadap pengelolaan sumber daya alam, kami melakukan hilirisasi dalam rangka menciptakan nilai tambah," katanya.

Ia mengatakan langkah tersebut sejalan dengan visi besar Presiden Joko Widodo tentang transformasi ekonomi. Menurut dia, salah satu bahan mentah yang dalam waktu dekat akan dibatasi volume ekspornya adalah nikel.

"Terkait dengan nikel saya pikir harus kami perjuangkan, tahun ini kami akan menyetop ekspor bauksit mentah," katanya.

Meski belum memastikan kapan larangan ekspor tersebut diterapkan mengingat saat ini masih sedang dalam proses kajian, ia mengatakan sesuai dengan perintah presiden kebijakan tersebut akan dilakukan mulai tahun ini.

Selanjutnya, mulai tahun depan langkah serupa juga akan diterapkan pada untuk komoditas timah. Ia mengatakan penghasil timah terbesar di dunia yakni China, sedangkan Indonesia menempati posisi kedua, tetapi Indonesia justru menjadi eksportir terbesar untuk komoditas tersebut.

"Kami baru melakukan hilirisasi tidak lebih dari 5 persen, berapa kehilangan kita," katanya.

Oleh karena itu,  hilirisasi harus dilakukan karena berdampak pada terjaganya lingkungan.

"Kalau tidak penambangan liar akan terus terjadi, penambangan yang tidak bisa mengukur kapasitas volume produksi kita. Ini kan bahaya. Jadi kami mengelola, pengetatan dalam rangka mendorong terwujudnya industri yang ramah lingkungan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga melarang ekspor listrik berbahan energi baru terbarukan (EBT) ke dunia.

"Indonesia kan 2025 minimum 24 persen listrik pakai EBT, kami belum cukup, ngapain ekspor. Kalau orang bangun industri, bangun di Indonesia. Jangan bahan baku di Indonesia tapi pembangunannya di tempat lain. Kami ingin ada kolaborasi positif yang saling menguntungkan terhadap semua negara dan semua pengusaha," katanya.(Ant/OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Dosen UGM: Transformasi BUMN oleh Erick Thohir Dinilai Berhasil

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:07 WIB
Pertamina berhasil masuk 500 perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatannya dalam satu tahun...
Dok. Pribadi

Mengenal Sosok Pencetus Ide Kreatif Iklan Brand Besar di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:18 WIB
Jessica Kartika merupakan founder dari JJ INDONESIA (Group) yang terdiri dari Whizzup Digital Indonesia, JJ Communications, JJ Promotion...
Ist

BRI Dorong Para Talenta Muda Jadi Profesional Kompeten

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:46 WIB
Program BRILiaN Young Leader Indonesia (BYLI), pengembangan bagi pekerja Insan BRILiaN muda terpilih yang memberikan akselerasi karier,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya