Sabtu 02 Juli 2022, 17:45 WIB

Indodax: Penurunan Harga Bitcoin saat ini Siklus Empat Tahunan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Indodax: Penurunan Harga Bitcoin saat ini Siklus Empat Tahunan

ANTARA
Ilustrasi: Grafik perkembangan nilai aset kripto, Bitcoin.

 

CEO Indodax Oscar Darmawan menilai penurunan harga Bitcoin yang saat ini berada pada level sekitar Rp300 jutaan masih dalam batas wajar, jika ditinjau dari analisis teknikal dan merupakan siklus empat tahunan yang pernah terjadi sebelumnya.

"Setelah Bitcoin mengalami all time high di 2013, 2017 dan 2021, maka akan terjadi penurunan harga yang cukup signifikan di tahun berikutnya yang diikuti dengan penurunan kripto lainnya. Kita bisa lihat bagaimana penurunan terjadi pada tahun 2014, 2018 dan sekarang di tahun," ujar Oscar dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (2/7).

Baca juga: Pembelian BBM Subsidi Masih bisa Seperti Biasa

Menurutnya,  siklus empat tahunan tersebut sering dimanfaatkan orang untuk membeli dan mengumpulkan aset kripto. Karena saat harga Bitcoin turun, harga aset kripto lain biasanya mengikuti.

"Biasanya harga mayoritas kripto akan mengikuti Bitcoin sebagai aset kripto yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar. Momen bearish saat ini justru adalah momen yang sering dimanfaatkan para trader jangka panjang untuk mengumpulkan portofolio kripto dengan membeli kripto yang mereka inginkan di harga yang murah," kata Oscar.

Di Indodax sendiri ada 200 lebih jenis aset kripto dan tidak semua mengalami penurunan seperti Bitcoin. Ada beberapa aset kripto lain yang justru naik, seperti token derivatif.

Token derivative merupakan token yang bergerak berlawanan dengan harga kripto pada umumnya. Indodax menyediakan token derivatif seperti Hedge dan Bear yang harganya akan naik ketika harga Bitcoin turun ataupun Ethhedge dan Bnbhedge yang harganya juga akan ikut naik ketika harga Ethereum dan BNB turun.

Token derivative biasanya bisa dimanfaatkan oleh para trader jangka pendek yang tetap ingin menuai profit pada saat pasar sedang bearish.

Dia menjelaskan trader atau investor perlu memahami pentingnya analisis teknikal dan menerapkan manajemen keuangan yang baik. Oscar mengatakan, analisis teknikal adalah cara melihat prediksi pergerakan harga ke depan dengan melihat tren yang sudah terjadi, melalui candle atau chart. Cara sederhana adalah pola support, dimana harga kripto dari bawah yang terpantau akan naik. Atau pola sebaliknya, yaitu resisten, dimana harga akan turun dari puncak.

"Investor perlu mengetahui candlestick mana yang mengindikasikan suatu harga akan naik atau suatu harga akan turun. Apa perbedaan antara candlestick hijau dan merah. Bagaimana cara mengidentifikasi tren menggunakan garis tren. Bagaimana pola harga kripto dan lain sebagainya," ujar Oscar.

Ia menambahkan investor pemula bisa mempelajari tips analisis teknikal Bitcoin dan kripto lainnya di internet, termasuk belajar dari website Indodax.academy dan media sosial resmi Indodax yang memberikan banyak tips dan penjelasan tentang analisis teknikal. (Ant/OL-6)  

Baca Juga

Antara

Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 20 Agustus 2022, 10:15 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendi mengatakan segera merumuskan kebijakan untuk menanggulangi dampak dari kenaikan harga bahan...
Dok. DPR RI

Harga Minyak Mentah Indonesia Perlu Dikawal Ketat

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 20 Agustus 2022, 10:06 WIB
Menurut Diah, harga minyak mentah dunia selalu menjadi sumber yang mengkhawatirkan bagi perekonomian...
MI/Anggoro

Telkom Integrasikan Bisnis Data Center ke Telkom Data Ekosistem

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 20 Agustus 2022, 07:00 WIB
Nilai transaksi pengalihan bisnis data center dari TelkomSigma ke TDE mencapai Rp2,014...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya