Selasa 28 Juni 2022, 18:37 WIB

89% Penerbangan Garuda Berfokus ke Domestik

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
89% Penerbangan Garuda Berfokus ke Domestik

Antara/Muhammad Iqbal.
Pesawat jenis boeing milik Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

 

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berfokus pada penerbangan rute domestik dengan proporsi sebesar 89%. Rute tersebut dianggap menguntungkan perusahaan pelat merah itu, ketimbang fokus pada rute internasional. 

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo saat konferensi pers secara virtual, Selasa (28/6), menjelaskan, langkah tersebut juga sebagai upaya pengoptimalan Garuda dalam pengeluaran biaya usaha yang terlilit utang hingga Rp138 triliun. 

Baca juga: Mentan Dorong Petani Beradaptasi dengan Tantangan Alam

"Seperti (permintaan) Pak Menteri BUMN Erick, kita akan mereduksi rute internasional kita dan akan fokus 89% di domestik," ujar Tiko, sapaan akrab Kartika.

Meski demikian, Garuda juga masih melayani rute internasional seperti rute Jakarta-Singapura, Jakarta-Sydney, Jakarta-Amsterdam, dan perjalanan ibadah haji serta umrah. 

Tiko menjelaskan untuk penerbangan domestik akan menggunakan armada pesawat narrow body atau berbadan ramping. Sementara itu, untuk pesawat wide body atau berbadan lebar akan melayani penerbangan internasional.

Selain itu, Garuda juga akan mengurangi jumlah fleet atau armada dari 210 menjadi 120 unit untuk pengoptimalan business plan maskapai nasional tersebut. Tiko menerangkan, alasan pengurangan itu karena tidak semua pesawat bisa digunakan. 

"Pesawat yang kita operasikan ini sebagian masih tidak bisa terbang karena harus ada perbaikan dan biaya pemeliharaan. Kita akan dorong tiga bulan ini supaya fleet kita di 120 ini bisa operasional penuh di tahun ini," ucapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, untuk sewa pesawat akan diberlakukan sistem power by hour, yang mana maskapai itu akan membayar jika pesawat diterbangkan. 

"Untuk pesawat narrow body jenis (Boeing) 737 dan 320 ini (penyewaan pesawat) hingga 2022, untuk wide body atau pesawat berbadan besar akan sampai 30 Juni 2023," jelasnya. 

Untuk rute domestik, Irfan memastikan Garuda melayani rute yang menguntungkan dengan banyak pergerakan penumpang, lalu ke destinasi wisata yang populer seperti ke Bali. Bahkan menyasar ke daerah timur Indonesia, seperti ke Maluku dan Papua.

"Ini masih kita diskusikan terus dengan keterbatasan yang ada, yakni menghubungkan barat dan timur," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

DOK/CITI INDONESIA

Citi Indonesia Latih 300 Wirausahawan Pemula dari Tiga Kota

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:15 WIB
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam manajemen bisnis, pengelolaan keuangan personal dan...
DOK Pribadi.

Mau Buka Bisnis Minuman Kekinian? Begini Caranya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 21:50 WIB
Berdasarkan tingginya minat konsumen terhadap banyaknya minuman kekinian yang tersebar di pasaran saat ini, bisnis ini pun menjadi salah...
Antara

ESDM: 71 Perusahaan belum Penuhi Kewajiban DMO ke PLN

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 21:44 WIB
Pemerintah akan segera memblokir fitur ekspor dalam aplikasi MOMS, bagi perusahaan pertambangan batu bara yang tidak memberikan penjelasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya