Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) yang merupakan perusahaan perikanan terpadu, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/5). Baru saja listing, saham Perseroan sudah menyentuh Auto Reject Atas (ARA) dengan menguat 35 persen atau 35 point di level Rp135 per lembar saham.
Sebelumnya, setelah merampungkan masa penawaran umum (IPO) beberapa waktu lalu dengan harga penawaran sebesar Rp100 per lembar, PT Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) mengumumkan terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed dengan total penawaran yakni sebesar Rp1,2 trilliun.
Jumlah ini mengalami oversubscribed 50 kali lipat melebihi jatah pooling yang sudah ditetapkan, yaitu sebesar Rp20 miliar atau terjadi kelebihan penawaran 10 kali lipat dari total nilai emisi yaitu Rp125 miliar. Kesuksesan ASHA yang secara mulus melakukan pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia ini melibatkan 31.361 investor.
Sebagian dana pubic offering yang telah diraih akan dimanfaatkan ASHA untuk mengakuisisi perusahaan processing guna memperluas jaringan source dan market, memperkuat bisnis unitnya di sektor perikanan, serta untuk kepentingan operasional perusahaan.
Direktur Utama PT Cilacap Samudera Fishing Industry, William Sutioso mengatakan, IPO itu merupakan langkah yang tepat untuk perusahaan perikanan agar tetap eksis dan dapat bekerja dengan professional.
"Dengan melantainya perusahaan, maka kami secara tidak langsung membuka kesempatan kepada para nelayan untuk berkolaborasi demi peningkatan ekonomi nelayan Indonesia yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan tertulis.
Era pandemi Covid-19 yang diestimasikan akan berubah menjadi era endemi, akan berpengaruh pada permintaan makanan laut (seafood) yang kembali menjadi normal bahkan cenderung meningkat. Melihat adanya market rebound karena perubahan era Covid-19, ASHA akan memaksimalkan dana IPO untuk mengumpulkan revenue dan mencetak profit dalam waktu dekat.
Baca juga : Saudi Pengekspor Kurma Terbesar Sedunia pada 2021
Lebih lanjut, William mengungkapkan, perusahaan perikanan asal Indonesia tidak hanya bertumpu pada sektor perikanan tangkap saja. Pihaknya berencana akan memperkuat aspek infrastruktur cold chain logistic di seluruh Indonesia dan mengadopsi teknologi termutakhir di Indonesia untuk masuk ke dalam aquakultur.
ASHA juga akan fokus pada pengembangan teknologi berbasis data untuk memprediksi segala aspek seputar industri perikanan di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan peluang yang lebih besar dengan adanya data yang akurat. Dengan adanya dukungan teknologi, operasional perusahaan dinilai sangat efisien untuk memperkuat bisnis di sektor hulu yang memiliki faktor high risk high return.
“Visi ini sejalan dengan kepentingan pemerintah untuk merealisasikan industri perikanan yang berkelanjutan. Kami tentu berharap dapat menjadi contoh dalam mentransformasi potensi menjadi produksi untuk menghasilkan devisa bagi Indonesia melalui kegiatan ekspor.” tegas William.
Melihat potensi yang dimiliki sektor perikanan Indonesia yang luar biasa, ASHA berharap dapat memposisikan sebagai leader di industri ini. Dengan founder yang memiliki 40 tahun pengalaman di sektor perikanan, perseroan optimistis akan keberlanjutan operasional penangkapannya sesuai dengan regulasi yang pemerintah tetapkan kepada pelaku usaha di bidang perikanan.
ASHA merupakan perusahaan perikanan terpadu yang telah beroperasi sejak 1999. Perusahaan ini juga telah melakukan ekspor ke berbagai negara dalam bentuk frozen fish, seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan yang notabene mempunyai permintaan (demand) perikanan tinggi. ASHA bahkan melakukan ekspor sampai ke Uni Emirate Arab.
Disokong teknologi yang mumpuni, infrastruktur yang kuat, serta bersinergi dengan para nelayan dari segala tingkat, baik dari level tertinggi sampai ke level nelayan tradisional, ASHA optimistis dengan melakukan IPO, perusahaan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendorong perekonomian Indonesia melalui sektor perikanan.
"Kami sangat mendukung apa yang sudah disampaikan Pak William dengan segala kondisi perikanan yang ada. Kami sebagai bagian dari bidang perikanan tangkap, sangat antusias untuk bagaimana bersama-sama perusahaan mendukung agar investasi berjalan dengan nyaman. Kami juga berharap bisa berjalan bersama dengan ASHA untuk mendorong perikanan tangkap supaya nelayan bisa terlayani." ujar Mielyon E Detty, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi. (RO/OL-7)
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
IHSG hari ini (23/2/2026) melonjak 1,50% ke level 8.396,08. Simak analisis dampak pembatalan tarif Donald Trump oleh MA AS terhadap pasar modal Indonesia.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
IHSG hari ini (20/2/2026) ditutup melemah di posisi 8.271,77. Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran di Timur Tengah terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,44% ke level 8.274,08. Sektor teknologi anjlok paling dalam saat BI tahan suku bunga di 4,75%. Cek detail pasarnya di sini.
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved