Jumat 20 Mei 2022, 09:32 WIB

Boom Comodity Bantu Kinerja Bank

mediaindonesia.com | Ekonomi
Boom Comodity Bantu Kinerja Bank

Antara

 

DIREKTUR Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa kinerja perbankan terus menunjukkan akselerasi. Hal ini terlihat dari sejumlah sektor yang mengalami pemulihan, seperti sektor pertambangan, transportasi, pergudangan, konstruksi, dan perdagangan.

Terkait membaiknya kinerja sektor pertambangan, disebabkan naiknya harga komoditas akibat pandemi Covid-19 dan ketegangan perang antara Rusia dan Ukraina. Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), batu bara, hingga nikel.

Kenaikan harga komoditas tersebut turut menyebabkan kualitas kredit perbankan pada sektor tersebut juga mulai pulih. Bhima menyebut, adanya peningkatan harga komoditas merupakan momentum yang perlu diambil industri perbankan untuk kembali memperbaiki kualitas kreditnya di sektor pertambangan.

"Bank idealnya meningkatkan penyaluran ke sektor yang sesuai standar ESG salah satunya adalah EBT. Tapi dalam praktiknya terdapat pertimbangan bahwa momentum boom commodity masih akan dimanfaatkan untuk recovery kredit secara cepat. Ada dilema," jelas Bhima, Selasa (11/5).

Meskipun, di sisi lain perbankan juga tetap menyalurkan dan meningkatkan pembiayaan hijau. Terlebih tahun ini pembiayaan hijau seperti energi baru dan terbarukan (EBT) diprediksi semakin subur digencarkan perbankan.

Sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), berbagai langkah dan strategi dilakukan seluruh pihak, termasuk industri perbankan. Salah satu aspek yang dilakukan perbankan adalah menyalurkan pembiayaan hijau.

Bhima juga menjelaskan bahwa prospek pertumbuhan kredit perbankan masih akan positif sepanjang kuartal II tahun ini. "Dipengaruhi pertumbuhan kredit investasi disektor pertambangan dan perkebunan, sementara itu pelonggaran mobilitas akan dorong kredit segmen jasa akomodasi dan transportasi," ucap dia. 

Melihat prospek tersebut, perbankan juga harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Sehingga, pertumbuhan kredit dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antata

PUPR Salurkan 60.706 Unit Bantuan Rumah Swadaya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:48 WIB
Pada 2022 Ditjen Perumahan PUPR mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2,23 triliun untuk program...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 Masih Level Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:00 WIB
Negara lain yang memiliki jumlah kasus harian cukup tinggi sampai 28 Juni 2022 adalah India dengan 14.529 kasus, Inggris dengan kasus...
Antara

OJK: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp102,9 Triliun

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 21:52 WIB
Hingga 24 Juni 2022, OJK mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,5%, jika dibandingkan dengan akhir Mei 2022 (mtd) ke level...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya