Kamis 12 Mei 2022, 12:29 WIB

Ramadan dan Idulfitri Dongrak Penjualan Eceran pada April

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Ramadan dan Idulfitri Dongrak Penjualan Eceran pada April

Antara
Pedagang mempersiapkan kerupuk kaleng eceran untuk dikirim ke penjual ecerean di pabrik pembuatan kerupuk kawasan Menteng Atas, Jakarta.

 

HASIL survei penjualan eceran (SPE) Bank Indonesia pada April 2022, memprakirakan kinerja penjualan eceran meningkat secara bulanan, namun terkontraksi secara tahunan.

Indeks Penjualan Riil April 2022 tercatat 219,3, atau secara bulanan tumbuh 6,8% (mtm), lebih tinggi dari 2,6% (mtm) pada Maret 2022. Peningkatan terjadi pada sebagian kelompok, yaitu pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (5,1%, mtm), Makanan, Minuman dan Tembakau (8,1%, mtm) serta Subkelompok Sandang (10,7%, mtm).

"Responden menginformasikan peningkatan didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pada bulan Ramadan dan menjelang HBKN Idulfitri," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Kamis (12/5).

Sementara itu, secara tahunan, penjualan eceran April 2022 diprakirakan tercatat -0,5% (yoy), turun dari 9,3% (yoy) pada Maret 2022. Kelompok yang tercatat menurun a.I Kelompok Barang Lainnya      (-13,4%, yoy), sedangkan kelompok yang tercatat melambat antara lain Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau (2,2%, yoy), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (43,2$, yoy) dan Suku Cadang dan Aksesori (1,8%, yoy)

Sedangkan SPE pada Maret 2022, mengindikasikan kinerja pertumbuhan penjualan eceran meningkat secara bulanan dan melambat secara tahunan.

Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2022 tercatat 205,3, atau secara bulanan tumbuh 2,6% (mtm), lebih tinggi dari -4,5% (mtm) pada Februari 2022.

"Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat sejalan pelonggaran PPKM, kasus Covid-19 yang melandai, serta dimulainya persiapan bulan Ramadan untuk bulan April di sejumlah kota cakupan survei," kata Erwin.

Peningkatan terjadi pada sebagian besar kelompok, utamanya Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (12,1%, mtm), Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (7,4%, mtm) serta sub kelompok Sandang (4,6%, mtm).

Tetapi secara tahunan, penjualan eceran Maret 2022 tumbuh 9,3% (yoy), melambat dari 12,9% (yoy) pada 2021. Sebagian besar kelompok mencatatkan perlambatan dan/atau penurunan kinerja penjualan eceran pada periode tersebut.

Perlambatan penjualan eceran dicatat oleh Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (48,5%, yoy), Makanan, Minuman dan Tembakau (15,7%, yoy), dan sub kelompok Sandang (6,4%, yoy), sedangkan penurunan penjualan terjadi pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (-18,0%, yoy).

Pada triwulan I-2022, kinerja positif penjualan eceran diindikasikan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Indeks Penjualan Eceran triwulan I-2022 diindikasi meningkat 12,5% (yoy), lebih tinggi dari 10,4% (yoy) pada triwulan IV-2021.

Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan dan/atau perbaikan penjualan mayoritas kelompok, terutama Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Subkelompok Sandang, Suku Cadang dan Aksesori serta Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercatat tumbuh positif dan meningkat, sejalan dengan pelonggaran PPKM sehingga mendorong aktivitas masyarakat, persiapan bulan Ramadan serta low base effect.

Pada Maret 2022, penjualan eceran tercatat tumbuh positif dan meningkat secara bulanan pada beberapa kota yang disurvei. Kota yang tercatat tumbuh tinggi dan meningkat pada Kota Semarang (termasuk Purwokerto) (47,9%, mtm), diikuti Manado (30,5%, mtm) dan Makassar (7,1%, mtm).

Secara tahunan, penjualan eceran melambat pada Kota Surabaya (22,1%, yoy) dan Denpasar (2,4%, yoy), sementara kota yang tercatat turun yaitu Kota Banjarmasin (-1,4%, yoy).

Pada April 2022, penjualan eceran diprakirakan meningkat secara bulanan pada sebagian kota yang disurvei. Peningkatan tertinggi diprakirakan terjadi di Bandung (7,8%, mtm), diikuti Medan (7,9%,, mtm) dan Surabaya (3,6%, mtm). Secara tahunan, penjualan eceran diprakirakan terkontraksi di sejumlah kota yang dipantau, antara lain Surabaya (-0,7%, yoy), Makassar (-9,1%, yoy) dan Banjarmasin (-7,5%, yoy).

Normalisasi Penjualan pada Juni

Responden memprakirakan penjualan eceran pada Juni dan September 2022 (3 dan 6 bulan yad) turun. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Juni dan September 2022 masing-masing tercatat sebesar 154,1 dan 153,0, atau menurun dibandingkan 157,8 dan 155,1 pada bulan sebelumnya.

Penurunan penjualan pada Juni diprakirakan karena normalisasi aktivitas masyarakat paska HBKN Idulfitri sehingga menurunkan permintaan masyarakat. Sementara itu, penurunan pada September disebabkan oleh keadaan musim cuaca yang kurang mendukung.

Responden memprakirakan penjualan eceran pada Juni dan September 2022 (3 dan 6 bulan yad) turun. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Juni dan September 2022 masing-masing tercatat sebesar 154,1 dan 153,0, atau menurun dibandingkan 157,8 dan 155.1 pada bulan sebelumnya.

Penurunan penjualan pada Juni diprakirakan karena normalisasi aktivitas masyarakat pasca HBKN Idulfitri sehingga menurunkan permintaan masyarakat. Sementara itu, penurunan pada September disebabkan oleh keadaan musim dan cuaca yang kurang mendukung.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni dan September 2022 (3 dan 6 bulan yad) turun sejalan dengan IEP. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni tercatat 135,6, lebih rendah dibandingkan 141,3. Ini sejalan dengan perkiraan kembali normalnya harga paska HBKN Idulfitri. Adapun IEH September juga tercatat menurun 129,8 dari 132,4 sejalan dengan pasokan yang berlebih dan distribusi yang lancar. (Try)

Baca Juga

Ist

PGN Bagikan Deviden 2021 Sebesar Rp3,01 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 09:20 WIB
PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai komitmen dalam melaksanakan prinsip...
Ist

Apakah Cicilan Kredit Online Bisa Dipakai untuk Kebutuhan Produktif?

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 09:00 WIB
Utang dari cicilan kredit online tak selamanya buruk. Jika Anda bijak menggunakan, tujuannya tepat, dan penggunaannya sesuai dengan...
DOK SEMEN GRESIK

Semen Gresik Sukses Kampanye Nihil Gratifikasi pada Momen Idul Fitri1443 H

👤Haryanto 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 08:29 WIB
Dasar pelaksanaanya, lanjut Jibril, merujuk pada Peraturan KPK No. 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi, dan Permen BUMN...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya