Kamis 14 April 2022, 10:24 WIB

Kuartal I 2022 BNI Optimistis Catat Pertumbuhan Kredit 7%

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kuartal I 2022 BNI Optimistis Catat Pertumbuhan Kredit 7%

Dok BNI
Ilustrasi BNI

 

Keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan kasus covid-19 telah menimbulkan sinyal pemulihan ekonomi di sejumlah sektor. Pemulihan berbagai aspek kehidupan secara umum pun telah berangsur-angsur terjadi.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI pada tiga bulan pertama tahun ini pun optimis dapat mencatatkan kinerja yang baik, dengan pertumbuhan kredit yang berkisar 6-7% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut seiring dengan mulai berjalannya aktivitas ekonomi dari sejumlah segmen.

“Secara overall pada kuartal I-2022 kami optimis pertumbuhan kredit mengalami tren yang positif pada kisaran 6% sampai 7%,” ungkap Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dilansir dari keterangan resmi, Kamis (14/4).

Menurut Novita, pertumbuhan kredit pada kuartal I tahun ini diyakini lebih tinggi dibandingkan dengan kredit akhir 2021 yang meningkat 5,4% (yoy). Artinya, terdapat tren perbaikan pada permintaan dan penyaluran kredit di BNI.

“Peningkatan sekitar 6% hingga 7% tersebut didukung oleh berbagai sektor industri, di antaranya sektor manufaktur, sektor konstruksi, serta pemulihan pada sektor perdagangan dan sektor transportasi atas kelonggaran kebijakan pemerintah terkait covid-19,” tuturnya.

Berdasarkan, laporan keuangan bulanan BNI, kredit yang disalurkan per Februari 2022 sebesar Rp 575,49 triliun, meningkat 5,43% dibandingkan dengan kredit per Februari 2021 yang senilai Rp 545,86 triliun. Dengan demikian, terjadi akselerasi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi per Maret 2022.

Perbaikan juga tercermin dari restrukturisasi kredit BNI yang semakin melandai. Per Maret 2022 kredit yang diberikan stimulus tersisa Rp 69,63 triliun. Nilai tersebut turun Rp 2,5 triliun dari posisi akhir 2021 yang sebesar Rp 72,13 triliun.

Corporate Secretary BNI Mucharom menambahkan BNI tidak hanya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit positif tetapi juga peningkatan kualitas kredit yang utamanya terlihat dari baki restrukturisasi kredit yang semakin rendah.

“Pelaku usaha terdampak mulai semakin percaya diri prospek kinerja bisnisnya sehingga sudah dapat melakukan cicilan seperti sebelum pandemi,” ujar Mucharom.

Ekspansi yang dilakukan BNI pada masa pemulihan ekonomi ini semakin berkualitas, sehingga membuat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga semakin turun. Tahun lalu, perseroan melaporkan penurunan NPL 60 basis poin (bps) menjadi 3,7% dibandingkan posisi 2020 yang sebesar 4,3%. Sedangkan, NPL per Maret 2022 kembali membaik ke level 3,46%. (OL-12)

 

Baca Juga

Antara/Syifa Yulinnas

Menperin : Industri Perkebunan Masih Berkontribusi Tinggi, Sumbang Rp216 T

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 12:51 WIB
Menperin mengungkapkan, industri hasil perkebunan yang merupakan salah satu bagian dari industri agro, berkontribusi besar untuk ekspor...
Dok. Doku

Ekonomi Global Menantang, Investor Harus Lakukan Ini

👤Media Indonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 12:23 WIB
Untuk investor pasar saham para investor itu harus disiplin dalam melakukan...
Ist

Tingkatkan SDM Perkapalan Nasional, Kemenperin Beri Pelatihan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 10:20 WIB
Kemenperin melalui Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) memberikan pelatihan ‘The Indonesian Shipbuilding Industry...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya