Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mendukung langkah PT Pertamina (Persero), yang bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dalam waktu dekat.
Menurut Eddy, BBM jenis tersebut tidak pantas mendapatkan subsidi dari pemerintah, karena dikonsumsi kalangan mampu yang memiliki kendaraan mewah.
"Kami mendukung langkah tersebut. Mengingat Pertamax itu bukan BBM subsidi atau penugasan. Dikonsumsi masyarakat mampu, sehingga tidak layak disubsidi," ungkap Eddy kepada wartawan, Kamis (31/3).
Baca juga: Erick Thohir: Maaf Kalau Harga Pertamax Naik
Dia berpendapat masyarakat yang mampu seharusnya membeli Pertamax sesuai kebutuhan. Sebaliknya, subsidi BBM jenis tersebut harus dirasakan masyarakat menengah ke bawah.
Saat ini, harga jual Pertamax masih di bawah keekonomian, yakni sekitar Rp9 ribuan per liter. Dalam catatan Kementerian ESDM, batas atas harga jual jenis BBM umum RON 92 sebesar Rp14.526 per liter.
Baca juga: Pertamina Tak Harap Untung dari Kenaikan Harga Pertamax
Porsi konsumsi Pertamax oleh masyarakat sekitar 13% dari total konsumsi BBM di Indonesia. Dengan proyeksi kenaikan Pertamax di kisaran Rp12 ribu, Eddy berharap bisa menutup gap penjualan Pertamax oleh Pertamina.
"Kenaikan harga BBM ini kami rasa dalam rangka meringankan beban pemerintah. Perlu ada penyesuaian segera terhadap BBM berbasis RON 92 ke atas," papar Eddy.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut pemerintah sudah memutuskan untuk memberikan subsidi untuk BBM jenis Pertalite, alias tidak mengalami kenaikan harga. Namun, berbeda dengan Pertamax yang tidak mendapatkan subsidi.(OL-11)
PT Pertamina resmi menurunkan harga Pertamax dan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi lainnya mulai 1 Januari 2026.
PT Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Desember 2025.
Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) pertamax series, khususnya pertamax turbo, terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur.
Kajian blending mulai dilakukan sejak 2015 dengan mencampur bensin beroktan rendah RON 88 dengan RON 92 hingga menghasilkan Pertalite dengan RON 90.
DIREKTUR Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan, penggunaan etanol dalam campuran bensin bukanlah hal baru di Indonesia.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga BBM Pertamax atau RON 92 menjadi Rp12.500 per liter dari yang sebelumnya Rp12.100 liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Penyaluran Minyakita untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok penting bagi masyarakat.
Meski sempat dipengaruhi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, fluktuasi harga di pasar tradisional dinilai masih wajar dan tidak menimbulkan gejolak signifikan menjelang ramadan.
Pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved