Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Wahana Ottomitra Multiartha akan fokus menggarap layanan digital pada 2022 untuk memudahkan nasabah mengakses pembiayaan yang disediakan. Langkah itu telah dimulai pada Februari 2022 lalu lewat aplikasi KAWAN sebagai salah satu tools untuk mendukung konsumen agar lebih mudah dalam mengakses kebutuhan bantuan finansial.
"Aplikasi KAWAN merupakan bentuk transformasi secara digital yang sejalan dengan misi perusahaan yaitu mengutamakan kepuasan konsumen dan mitra kerja lainnya serta membangun infrastruktur berbasis teknologi informasi untuk melaksanakan proses yang cepat dan mudah," jelas Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) WOM Finance, Kamis, (24/3).
Fokus lainnya adalah transformasi sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan digital yang saat ini menjadi keharusan bagi WOM Finance untuk dapat merespon dengan sebaik-baiknya.
'Sehingga Perseroan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan literasi digital dan mampu memberikan layanan digital sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tambah Djaja.
Fokus layanan digital itu sekaligus untuk menunjang target pertumbuhan kinerja tahun ini. Dalam laporan kinerja 2021, WOM Finance mencatatkan sejumlah poin positif.
Hal itu dapat dilihat dari pencatatan laba bersih Perseroan tahun buku 2021 sebesar Rp110,61 miliar atau naik 92,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp57,38 miliar, sedangkan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor pun meningkat sebesar 62,07% menjadi 213 ribu unit dengan nominal penyaluran pembiayaan mencapai Rp4,14 triliun pada 2021.
Baca juga : G20 Indonesia Jadi Momentum Bangkitkan Pelaku UMKM
Total Aset Perseroan sendiri tercatat sebesar Rp5,15 triliun dengan Return on Asset sebesar 3,19% dan Return on Equity sebesar 8,74%. Perseroan pun berhasil mencatatkan Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 1,42% dan NPF Net sebesar 0,59%, mengalami perbaikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 2,70% dan 1,23%.
Atas kinerja positif tersebut, Perseroan memutuskan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp9,5 per lembar saham kepada para pemegang saham perseroan.
“Pembagian Dividen merupakan bukti keberhasilan Perseroan mempertahankan bisnisnya selama masa Pandemi Covid-19 dan sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh pemegang saham.” tambah Djaja.
Presiden Komisaris WOM Finance I Nyoman Tjager menyampaikan rasa optimistis dan dukungan terhadap manajemen Perseroan dalam menatap tahun 2022.
"Dengan memperhatikan sektor perekonomian di tahun 2022 yang masih dihadapkan dengan kondisi Pandemi Covid-19, hal ini menjadi tantangan bagi WOM Finance untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Namun dengan kolaborasi dan kerja sama antar lini untuk terus bertransformasi dan fokus dalam bekerja, diiringi dengan digitalisasi yang dilakukan WOM Finance yang memberikan kemudahan dalam transaksi non-tunai, kami meyakini target tersebut dapat terwujud secara maksimal," pungkas Nyoman. (RO/OL-7)
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Sesuai dengan Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang Usaha Asuransi Umum Konvensional. Perseroan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Desember 2003
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal II tahun 2024.
Penghargaan menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menciptakan tempat kerja kondusif guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan bisnis perseroan.
PERUSAHAAN pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023.
Di kuartal 1 2024, Perseroan sukses membukukan peningkatan pendapatan sebesar 14,6% menjadi Rp338,5 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan juga tercatat tumbuh 20% YoY, dari Rp39,2 miliar di 2023 menjadi Rp47,1 miliar di 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved