Kamis 24 Maret 2022, 21:24 WIB

Kinerja Pasar Finansial Asia Lebih Resilien

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Kinerja Pasar Finansial Asia Lebih Resilien

Antara
Pekerja menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Rabu (5/1).

 

DI TENGAH volatilitas global, pasar finansial Asia diperkirakan akan menawarkan kinerja yang lebih resilien didukung oleh sejumlah faktor, yaitu akselerasi pertumbuhan ekonomi Asia, pertumbuhan laba emiten yang solid, serta valuasi pasar pada level yang relatif atraktif.

Pada kondisi seperti ini, ada strategi investasi yang sebaiknya diterapkan oleh para investor. Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menjelaskan pada 2021, ketika pasar finansial global melaju pesat, pertumbuhan pasar finansial Asia cenderung stabil dan tidak sepesat pertumbuhan pasar finansial di Amerika Serikat dan Eropa.

"Situasi berbalik di tahun ini. Ketika pasar Amerika dan Eropa mengalami normalisasi, pasar finansial Asia termasuk ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) mengalami anomali dan diperkirakan akan mengalami lonjakan pertumbuhan yang cukup signifikan. Asia dianggap memiliki fondasi makroekonomi yang lebih kuat dalam menghadapi pengetatan moneter Amerika Serikat," kata Krizia, Kamis (24/3).

Sebagai produsen penting pada berbagai sektor di dunia, Asia sangat berperan dalam pemulihan rantai pasokan global di tahun 2022. Normalisasi pertumbuhan dan perbaikan rantai pasokan global akan berdampak positif pada sektor manufaktur dan pasar finansial Asia.

Pengetatan kebijakan The Fed menjadi tantangan yang harus diperhatikan. Namun, Asia masih memiliki ruang kebijakan moneter yang lebih longgar, didukung oleh inflasi yang lebih terjaga dan tingkat suku bunga riil yang tinggi, sehingga memberi fleksibilitas bagi bank sentral di kawasan ini.

Jika melihat lebih dalam lagi, Asia disebut sebagai pabrik dunia yang diuntungkan dari siklus pemulihan ekonomi global pascapandemi.

Tiongkok, sebagai salah satu kawasan penting, memiliki posisi unik dan menerapkan kebijakan yang berlawanan dengan negara lain. Di saat mayoritas negara melakukan pengetatan moneter, mereka justru melakukan pelonggaran moneter. Sementara itu, ASEAN diprediksi akan mengalami pemulihan ekonomi yang lebih maksimal di tahun ini.

Kawasan Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan struktural yang menarik dan pertumbuhan dalam jangka panjangnya juga layak dicermati.

Seiring dengan potensi pertumbuhan di Asia Pasifik, sejumlah sektor unggulan ikut tumbuh di kawasan ini, yaitu IT, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

"Sektor-sektor ini dipandang memiliki potensi besar di tengah arah kebijakan dunia yang semakin mengadopsi teknologi digital serta energi terbarukan dan kendaraan listrik. Asia memiliki sejumlah perusahaan yang menjadi market leader dunia dan berperan penting dalam sektor-sektor tersebut," kata Krizia.

Momentum dari dalam negeri
Pasar finansial Indonesia ikut bertumbuh seiring dengan pertumbuhan pasar finansial Asia. Di tengah tren normalisasi ekonomi global, Indonesia diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan, seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat dan meningkatnya vaksinasi.

Perekonomian sudah mulai menunjukkan sinyal perbaikan di 2021 dimana pertumbuhan PDB kuartal keempat tahun 2021 tumbuh 5% YoY. Momentum pemulihan ini diperkirakan masih terus berlanjut dengan akselerasi pertumbuhan di semester kedua 2022.

Optimisme pemulihan aktivitas ekonomi, fundamental ekonomi yang semakin baik, posisi Indonesia sebagai net eksportir komoditas yang memberikan efek lindung nilai dari kenaikan harga komoditas, serta stabilitas nilai tukar rupiah mendorong masuknya aliran dana asing di pasar saham Indonesia.

"Di tengah kondisi saat ini, investor dapat mengembangkan dananya dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan di pasar Asia dan Indonesia. Investor dengan pola pikir forward looking dapat memanfaatkan peluang investasi di reksa dana saham, dengan tetap mencermati risiko saat ini dan menangkap peluang dalam jangka panjang," kata Krizia.

Pasar saham di Asia Pasifik dan Indonesia memiliki peluang investasi yang menarik. Seperti halnya pada setiap pilihan investasi, investor tetap harus menyesuaikan pilihan investasinya dengan profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu investasi masing-masing. (E-3)

 

Baca Juga

Dok. Pertamina

Pendaftaran BBM Subsidi Lewat Website MyPertamina Khusus untuk Roda Empat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:46 WIB
“60% masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan terkaya ini mengkonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM...
Ist

Menuju Kelas Dunia, IPCC Terminal Kendaraan Luncurkan Logo Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:12 WIB
Perjalanan itu kini membawa IPCC dalam posisi dari yang sebelumnya hanya sebagai Car Terminal Operator menuju Car Terminal...
Dok. Pribadi

Membangun Brand Bukan Hanya Sekedar Viral, Tapi Butuh Originalitas Untuk Bertahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:07 WIB
Ian menegaskan, strategi viral marketing memang bisa membuka prospek, namun tidak bisa diimplementasikan untuk semua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya