Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis Ivan Sujana mengatakan setidaknya terdapat tiga emosi yang mudah tergugah ketika seseorang menghadapi penawaran investasi dari lingkup teman dan keluarga, yaitu rasa percaya (trust), rasa iri (envy), dan rakus/serakah (greedy).
Menurut Ivan, lingkaran orang terdekat atau relasi interpersonal sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Emosi yang pertama kali muncul biasanya adalah rasa kepercayaan.
"Kalau kita berteman, apalagi ini sirkel terdekat kita, teman-teman terdekat atau bahkan kerabat saudara sendiri, kita akan cenderung lebih mudah percaya, 'Masa, sih, teman atau saudara akan berbuah jahat'. Jadi rasa percaya emosi itu akan tergugah," kata Ivan saat dihubungi, Rabu (23/3).
Baca juga: Kominfo Putus Akses Konten Investasi Ilegal
Selain rasa percaya, rasa iri juga memiliki potensi untuk berkembang ketika seseorang mendapat penawaran investasi dari orang yang tampaknya telah berhasil. Rasa iri ini berarti ingin menjadi seperti orang lain tersebut.
"Misalnya, 'Temanku investasi lalu dapat keuntungan, aku iri sama dia, aku juga mau seperti itu'. Jadi ada rasa iri yang kemudian menjadi membakar semangat kompetisi kita, kompetisi dengan teman atau saudara," ujarnya.
Terakhir, ketika investasi telah berjalan, keinginan untuk memperoleh sesuatu yang lebih berpotensi berkembang pada diri seseorang hingga yang paling fatal cenderung menjadi rakus dan lupa mengerem dirinya sendiri.
"Biasanya ketika sudah mulai jalan investasinya, ada sifat rakus atau serakah. Jadi mau lagi, mau lagi, seperti tidak bisa berhenti. Ibaratnya kalau kita makan sudah mulai kenyang, tapi nggak berhenti-berhenti," kata Ivan.
Dalam kasus lain, penawaran investasi yang muncul di media sosial melalui penyampaian influencer juga rentan menggugah perasaan iri dan sifat rakus pada seseorang, meski rasa percaya tidak turut andil.
"Rasa percaya itu akan berpengaruh dari hubungan relasi interpersonal kita dengan orang-orang yang kita kenal. Tapi kalau dari media sosial, kebanyakan orang tidak kita kenal, ini akan menempuh jalur lain. Jadi emosi yang tergugah itu ;inginnya; dulu, keinginan itu yang dimainkan," ujar Ivan.
Ivan menekankan pengambilan keputusan dalam berinvestasi harus dilakukan dengan pemikiran yang rasional, terlepas dari siapapun yang menawarkan. Jika tidak berpikir rasional, seseorang cenderung mengedepankan emosi yang tidak berdasar.
"Masalah investasi itu harus berhitung. Mungkin pikiran rasionalnya (minimal) 90%, selebihnya tetap bukan emosi, sih, 10% itu intuisi," kata Ivan. (Ant/OL-1)
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
BPKH menilai revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji menjadi momentum strategis bagi lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola dan fleksibilitas investasi serta penguatan peran anak usaha.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Simak prediksi harga emas Antam Rabu 25 Februari 2026. Waspada potensi koreksi harga usai pecah rekor Rp3,06 juta akibat aksi ambil untung di pasar global.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved