Rabu 23 Maret 2022, 23:10 WIB

Garmin Catatkan Peningkatan Penjualan

Bayu Anggoro | Ekonomi
Garmin Catatkan Peningkatan Penjualan

AFP
Salah satu toko yang menjual sejumlah barang produksi Garmin

 


GELIAT perekonomian semakin terasa meski pandemi virus korona
belum berakhir. Ini dirasakan betul oleh Garmin, perusahaan smart
wearable terkemuka dunia.

Perusahaan mengumumkan pendapatan dan penghasilan operasi meningkat pada kuartal empat dan tahun fiskal 2021 yang berakhir 25 Desember 2021.

Laporan ini dirilis pada 16 Februari 2022 lalu. Perusahaan
mencatatkan rekor pendapatan sepanjang masa sebesar US$4,98 miliar, naik 19% dari tahun ke tahun dan pendapatan kuartalan sebesar US$1,39 miliar.

Catatan itu menandakan adanya permintaan kuat di seluruh segmen dan produk yang baru dirilis meskipun di tengah pandemi.

Cliff Pemble, President and Chief Executive Officer Garmin, mengatakan, bahwa pada 2021 merupakan tahun yang luar biasa karena adanya permintaan untuk produk yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan tahunan dua digit dari lima segmen Garmin masing-masing.

Selain itu, Garmin telah memiliki hampir 19.000 rekanan di seluruh
dunia, meningkat 16% dibandingkan 2020.

"Kami memasuki 2022 dengan jajaran produk yang belum lama ini diperkenalkan dan berencana untuk memperkenalkan produk yang lebih menarik di sepanjang tahun. Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai pada 2021 dan menantikan peluang serta tantangan di tahun yang baru," tambah Cliff Pemble, Rabu (23/3).

Sepanjang tahun fiskal 2021, Garmin Mencatatkan pendapatan konsolidasi
sebesar US$4,98 miliar, meningkat 19% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Bahkan di tahun fiskal 2021, Garmin mencatatkan adanya
pertumbuhan pendapatan enam tahun berturut-turut dengan masing-masing
dari lima segmen Garmin membukukan pertumbuhan dua digit dibandingkan
tahun sebelumnya.

Garmin mencatatkan dari keseluruhan segmennya – yang terdiri dari
kebugaran (fitness), luar ruang (outdoor), penerbangan (aviation),
kelautan (marine), dan otomotif (auto) – segmen penerbangan, kelautan, serta otomotif menerima pendapatan paling tinggi di kuartal empat 2021 dengan masing-masing pertumbuhannya 13%, 14%, dan 21%. Di antara faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan tersebut ialah permintaan untuk Original Equipment Manufacturer (OEM) yang tinggi.

Lebih jauh, selama kuartal empat tersebut, dek penerbangan terintegrasi
G3000 dipilih oleh Heart Aerospace untuk pesawat regional ES-19 yang
serba listrik. Garmin mengakui adanya ragam pencapaian yang terjadi
selama kuartal empat tahun 2021, di antaranya adalah komputer selam
Garmin Descent Mk2i dan pemancar Descent T1 yang dinobatkan sebagai
salah satu inovasi terbesar tahun 2021 oleh Popular Science.

Dari segmen kebugaran, selama kuartal tersebut Garmin juga telah
mengumumkan perjanjian kemitraan multi tahun di tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi untuk mempertegas kekuatan dan kegunaan jam tangan lari Garmin.

Belum lama Garmin juga merilis Connect Fitness Report 2021
yang menunjukkan pertumbuhan dua digit di hampir setiap kategori
aktivitas, memperlihatkan fokus gaya hidup aktif yang unik dari
pelanggan Garmin.

Secara geografis, pasar Asia Pasifik dan Benua Australia mencatatkan
penjualan bersih paling tinggi sepanjang tahun 2021 yang disusul oleh
Amerika dan terakhir ialah wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Di
Indonesia sendiri, pertumbuhan pendapatan di Indonesia mencapai 133%
dengan sektor Auto mencatatkan pertumbuhan paling tinggi (267%), disusul oleh Marine (110%), Fitness (71%), dan Outdoor (51%).

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan minat konsumen terhadap produk
Garmin yang membuka peluang untuk perusahaan dalam memperkenalkan ragam
produk di pasar Asia Pasifik di tahun 2022, termasuk di Indonesia.
Mengingat permintaan pasar smart wearable di era pandemi turut meningkat karena adanya untuk memantau kesehatan tubuh, pertumbuhan pendapatan Garmin di Indonesia untuk seri jam tangan kesehatan (wellness) juga  mendapati pertumbuhan tinggi, yaitu 123%.

Hal ini didukung oleh keberhasilan peluncuran Venu 2 tahun lalu yang
menyasar para gym-goers dengan menambahkan lebih banyak fitur lengkap
untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang ingin berolahraga, sekaligus
dapat menjadi asisten harian. Dari segmen menyelam (diving), Garmin
Indonesia juga mendapat pertumbuhan yang sangat tinggi, yaitu 350%,
dengan produk Descent Mk2i Dive Computer yang menyokong pertumbuhan
paling tinggi.

Indonesia sebagai negara maritim yang merupakan negara dengan kepulauan
terbesar menjadi salah satu alasan kegiatan selam kerap diminati oleh
masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Peningkatan juga terjadi
dari segmen road bike (197,6%) yang juga terlihat dari minat bersepeda
di Indonesia yang sangat tinggi pada tiga tahun belakangan.

Dalam beberapa tahun terakhir semenjak pandemi, kesadaran kesehatan
telah meningkat, populasi olahraga dan kebugaran tumbuh secara
signifikan dan jumlah aktivitas terus meningkat. Menurut Garmin 2021
Global Connect Fitness User Report, hampir setiap aktivitas olahraga
mengalami pertumbuhan dua digit: Olahraga dalam ruang meningkat 20,54%
dengan aktivitas pilates tumbuh paling banyak (+108,30%), diikuti oleh
pelatihan pernapasan (+82,76%), yoga (+45,55%); olahraga luar ruangan
meningkat 9,52%, dengan sepeda tumbuh paling besar (49,55%), diikuti
oleh olahraga musim dingin (+39,16%) seperti snowboarding, ski lintas
alam, dan lain sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat akan kebugaran
meningkat, baik dalam maupun luar ruangan. Di Indonesia sendiri, tren
olahraga di luar ruang juga ikut meningkat terbukti dari data pengguna
Garmin Indonesia yang mengalami peningkatan sebanyak 24% di semua bidang olahraga luar ruang.

Hal ini juga didukung dengan kehadiran produk-produk yang baru dirilis
oleh Garmin, yaitu Venu 2 Plus, seri fēnix 7X, epix, dan vívomove Sport.

Garmin mengakui bahwa pihaknya telah memperluas segmennya dari lari
(running), kebugaran (wellness), hingga menyelam (diving) dan perusahaan berencana untuk meluncurkan rangkaian seri dari berbagai segmen di tahun ini.

Lebih jauh, untuk pasar Indonesia sendiri, Garmin melihat adanya
potensi pasar yang besar sehingga pihaknya berencana untuk melakukan
ekspansi dengan membuka lebih banyak Garmin Brand Store di Indonesia
tahun ini. (N-2)

Baca Juga

Antara/Asep Fathulrahman.

Inflasi Tahunan Melejit, BI belum Naikkan Suku Bunga Acuan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:49 WIB
Secara tahunan, inflasi komponen inti tercatat mencapai 2,63% dan dari Januari-Juni 2022 mencapai...
Antara/Asep Fathulrahman.

Inflasi Tahunan Juni Lampaui Target 4%, BPS: Perlu Waspada

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:41 WIB
Penyebab lonjakan inflasi karena cuaca esktrem yaitu hujan masih turun sepanjang Juni kemarin dan berdampak pada wilayah sentra produksi...
Antara/M Risyal Hidayat.

Telan Biaya Besar, Pembangunan Pelabuhan Hijau Butuh Komitmen Serius

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:30 WIB
Penanaman pohon di pelabuhan lebih sulit terutama pelabuhan yang kawasannya berdiri di atas tanah hasil...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya