Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak melonjak delapan persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (18/3), karena pasar pulih dari kerugian beberapa hari sebelumnya yang kemudian fokus pada kekurangan pasokan dalam beberapa minggu mendatang akibat sanksi terhadap Rusia.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei terdongkrak 8,62 dolar AS atau 8,79 persen, menjadi menetap di 106,64 dolar AS per barel, persentase kenaikan terbesar sejak pertengahan 2020. Brent turun di bawah 98 dolar AS di sesi sebelumnya, juga kehilangan 13 persen dari penurunan Senin (14/3/2022)-Rabu (16/3/2022).
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April bertmabh 7,94 dolar AS atau 8,35 persen, menjadi ditutup pada 102,98 dolar AS per barel. WTI kehilangan total 13 persen dalam tiga hari sebelumnya, menetap di atas 95 dolar AS pada hari Rabu (16/3/2022)
Harga patokan minyak dalam beberapa pekan terakhir telah mengalami periode paling bergejolak sejak pertengahan 2020. Setelah sempat merosot karena pembeli merealisasikan keuntungan dan kemudian harga naik kembali di tengah ekspektasi bahwa kekurangan pasokan minyak akan segera menekan pasar energi.
Dalam delapan sesi perdagangan terakhir, minyak Brent per barel telah diperdagangkan setinggi 139 dolar AS dan serendah 98 dolar AS - spread lebih dari 40 dolar AS. Itu telah mendorong banyak investor untuk keluar, menciptakan kondisi untuk perubahan harga yang lebih liar di minggu-minggu mendatang, kata para pedagang, bankir dan analis.
Banyak negara telah melarang pembelian minyak Rusia untuk menghukum Moskow atas invasinya ke Ukraina hampir tiga minggu lalu. Rusia yang menyebut aksi militer itu sebagai "operasi militer khusus", adalah pengekspor minyak mentah dan produk bahan bakar terbesar di dunia. Penyuling dan pengguna akhir harus membuat penyesuaian cepat untuk minggu-minggu mendatang.
"Ada kekhawatiran baru di pasar bahwa kita bisa kehilangan lebih banyak minyak Rusia," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan 3 juta barel per hari (bph) minyak dan produk Rusia dapat ditutup mulai bulan depan. Kehilangan pasokan itu akan jauh lebih besar dari perkiraan penurunan permintaan sebesar 1 juta barel per hari dari harga bahan bakar yang lebih tinggi, kata IEA.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pasokan energi dari Rusia akan tetap stabil, meskipun apa yang dia gambarkan sebagai situasi geopolitik yang tegang, kantor berita Interfax melaporkan.
Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga Brent sebesar 20 dolar AS untuk kuartal ketiga menjadi 120 dolar AS per barel, memprediksi penurunan produksi Rusia sekitar 1 juta barel per hari mulai April.
Bank mencatat bahwa pemuatan berlanjut di pelabuhan Rusia, tetapi pangsa dengan "tujuan tidak diketahui" meningkat. Lebih banyak kapal tanker Rusia berada di atas air karena ekspor ini "mulai berjuang untuk menemukan pasar," tambahnya.
Tekanan pasokan akan lebih dari mengimbangi revisi permintaan global yang turun sekitar 600.000 barel per hari, kata bank tersebut.
Harga tertahan oleh kekhawatiran tentang permintaan setelah lonjakan kasus virus corona di Tiongkok.
"Ini pukulan satu-dua ... sisi permintaan semakin menjadi tanda tanya," tambah Kilduff.
Pada Rabu (16/3/2022), harga minyak merosot setelah data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 4,3 juta barel pekan lalu, bertentangan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 1,4 juta barel.
Pasar minyak sebagian besar mengabaikan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS sebesar seperempat poin persentase pada Rabu (16/3/2022).
Sentimen cerah setelah Tiongkok menjanjikan kebijakan untuk mendorong pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi, sementara penurunan kasus COVID-19 baru di sana mendorong harapan penguncian akan dicabut dan pabrik akan melanjutkan produksi. (Ant/OL-13)
Baca Juga: YLKI Minta Usut Dugaan Oligopoli Minyak Goreng
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved