Selasa 22 Februari 2022, 15:44 WIB

Ini 16 Daerah yang akan Penuhi Kebutuhan Kedelai Nasional

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ini 16 Daerah yang akan Penuhi Kebutuhan Kedelai Nasional

DOK KEMENTAN

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan sumber pangan termasuk kedelai. Walaupun harus diakui, pengembangan kedelai lokal menghadapi tantangan berupa alih fungsi lahan di daerah-daerah potensial dan  persaingan penggunaan lahan dengan komoditas pangan strategis lainnya.

Di tahun 2022, menurut Direktur Aneka Kacang dan Umbi Yuris Tiyanto, Kementan akan memfasilitasi pengembangan kedelai seluas 52 ribu hektare yang tersebar di 16 daerah. "Enam belas daerah tersebut yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur,  Banten, Nusa Tenggara Timur, Riau, Jambi, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalsel, Sulteng, Sultra, dan Sulbar," kata Yuris, Senin (21/2).

Di samping itu, Yuris melanjutkan, pihaknya juga mengajak peran off taker sebagai avalis pembiayaan. "Dengan menggandeng off taker, maka dimungkinkan untuk menjadi penjamin untuk pembiayaan KUR dan sekaligus pemasaran hasil petani kedelai," ungkapnya.

Baca Juga: Kementan Perkuat SDM Peternak Nasional Lewat Bimtek

Penanaman kedelai seluas 52 ribu ha nantinya akan dijadikan benih pada luasan 30 ribu ha (dengan produktivitas benih 1 ton/ha) dan menghasilkan 30 ribu ton yang selanjutnya akan digunakan untuk areal tanam menggunakan anggaran non-APBN.

Produktivitas kedelai yang dihasilkan diharapkan mencapai 1,7 ton/ha sehingga total kedelai yang dihasilkan di tahun 2022 diharapkan mencapai 1.040.000 ton atau senilai Rp8,44 triliun, dengan harga kedelai konsumsi per kg Rp8.500.

Sebagai informasi, produksi kedelai dalam negeri kurang dari 1 juta ton per tahun sementara kebutuhan kedelai per tahun rata-rata mencapai 2 juta ton. Sehingga untuk mencukupinya, didatangkan kedelai dari luar negeri yang sebagian besar merupakan kedelai hasil rekayasa genetika (GMO).

Untuk itu, Yuris mendorong petani untuk kembali menanam kedelai di sentra produksi kedelai yang sudah ada. Dia berharap produktivitas bisa meningkat.

"Selama ini kuncinya ada di ketersediaan benih. Dengan pengawalan ketat akan dilakukan tanam di lahan kering, dan sebagian tumpang sisip dengan jagung, tebu dan kelapa sawit sebelum 4 tahun," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

HO

Kolaborasi Dahua Technology-PT Integra Mitra Solusi Tawarkan Sistem Keamanan Terbaik

👤Widhoroso 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 19:00 WIB
MASALAH yang berkaitan dengan keamanan telah menjadi bagian dari kebutuhan primer...
Biro Pers Setpres

Sri Mulyani Sebut Belanja Daerah Rendah karena Dana Diparkir di Bank

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:35 WIB
Dana pemda di perbankan per Juli 2022 tercatat sebesar Rp212,4...
Dok. Bank Victroria

RUPSLB Bank Victoria Ungkap Peningkatan Pendapatan Hingga 126% dan Tambahan Susunan Pengurus

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:14 WIB
Pencapaian kinerja operasional itu mempengaruhi kinerja keuangan Bank Victoria dimana pendapatan bunga bersih meningkat 126% menjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya