Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN ekonomi tidak lagi sekadar berfokus pada pertumbuhan positif tetapi juga memadukan dan memperhatikan daya dukung sumber daya yang terbatas agar ada keberlanjutan dan kelestarian lingkungan sekitar dan ekosistem global, yang digaungkan sebagai ekonomi sirkuler.
Produksi baja merupakan salah satu sektor industri yang memiliki potensi untuk mendukung ekonomi sirkular dalam halnya sebagai bahan baku yang bisa sepenuhnya didaur ulang.
Direktur PT Gunung Prisma Liwa Supriyanti mengatakan, ekonomi sirkular ini bisa mulai dari pengelolaan perusahaan dengan komitmen hijau.
"Melalui penyediaan bahan konstruksi berbahan baja yang didapatkan dari produsen dengan teknologi hijau dan solusi yang berkelanjutan dan mendorong tanggung jawab sosial kepada masyarakat," ujarnya.
Dalam lingkup negara, ekonomi sirkular yang diadopsi dalam Visi Indonesia 2045 dan pembangunan rendah karbon menjadi komitmen dan upaya untuk menanggulangi permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan yang sejalan dengan Paris Agreement 2030.
Kementerian Perindustrian awal 2021 menyebutkan kapasitas daur ulang besi baja di dalam negeri sebesar 9 juta per tahun, terdiri dari 60 perusahaan, dengan utilisasi produksi berada di tingkat 40% dan kebutuhan bahan baku daur ulang 4 juta per tahun.
Baca juga : OPEC: Permintaan Minyak 2022 Mampu Atasi Ancaman Omikron
Dalam studi yang disusun bersama oleh Bappenas, UNDP,dan Kedubes Denmark, terbit pada Januari 2021, sektor konstruksi diantara 5 sektor prioritas ekonomi sirkular, masih butuh diefisiensikan dan menghasilkan banyak limbah, sebesar 29 juta ton pada 2019, dengan proyeksi peningkatan limbah di 2030 sebesar 82%, atau 52,8 juta ton, apabila yang dilakukan hanya “business as usual”.
Dalam halnya baja, desain ulang produk akan mengurangi penggunaan sumber daya yang ada, seperti baja berkekuatan tinggi dalam konstruksi. Keunggulannya adalah pengurangan bobot sampai 30 persen ketika dipakai sebagai penopang dan penguatan karena secara kuantitas tidak sebanyak baja standar, sehingga ada penghematan dalam jangka panjang, mencapai 33% untuk keseluruhan biaya berbahan logam.
Dalam laporan di atas, penggunaan baja mutu tinggi di Indonesia masih sangat rendah, diasumsikan 0 persen. Pangsa baja mutu tinggi terhadap total pasar baja sekitar lima persen.
Penggunaan kembali dan daur ulang bahan memilik manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat langsung adalah biaya pembelian bahan lebih rendah. Di Indonesia, tulangan baja bekas bisa 30% lebih murah dibandingkan tulangan baja baru, dalam kondisi yang memungkinkan dalam perhitungan teknik konstruksi.
“Peran Gunung Prisma adalah ikut andil dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pembangunan sosial, dan perlindungan lingkungan secara bertanggung jawab,” ujar Liwa. (RO/OL-7)
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Edukasi yang paling mendasar adalah memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Gereja Katedral Jakarta kembali menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dan semangat kebersamaan dengan menggunakan dekorasi Natal berbahan daur ulang pada perayaan Natal 2025.
Anggota kelompok bank sampah merapikan pernak-pernik pohon Natal dari bahan daur ulang di halaman Gedung Mitra Graha, Semarang.
Kegiatan diikuti sebanyak 347 peserta tingkat SD dan SMP dari wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi tersebut bertujuan untuk membentuk generasi literat yang sadar lingkungan.
Jaringan bioskop Cinema XXI menyalurkan hasil penjualan program XXI Screen Bag, tas hasil daur ulang layar bioskop bekas, untuk mendukung anak-anak penyintas kekerasan.
kesadaran bahwa momen kesempatan dalam menanggulangi perubahan iklim itu harus diambil.
SEKTOR industri di Indonesia berperan vital sebagai penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang diorientasikan
Indonesia mengajak negara anggota ASEAN memandang penghijauan industri manufaktur sebagai peluang, alih-alih sebagai kebuntuan.
TEMA global saat ini yang kian memukau ialah mendorong masa depan yang lebih baik dengan keuangan berkelanjutan dan pelaporan implementasi prinsip environmental, social and governance (ESG).
ANTAM akan memperkuat hilirisasi mineral lewat proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 ton nikel per tahun di Halmahera Timur, Kepulauan Maluku.
Kedatangan mahasiswa-mahasiswa yang disponsori oleh pemerintah Australia melalui program New Colombo Plan (NCP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved