Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA membangun rumah atau bangunan, pemilik pasti menghendaki hasilnya bisa minim risiko terhadap bencana atau musibah yang tidak diinginkan. Pengusaha konstruksi, Liwa Supriyanti menyarankan menggunakan material berbahan baja agar rumah bisa tahan api (kebakaran) dan angin kencang.
Penggunaan baja, lanjut Liwa, bisa diaplikasikan pada rangka dan atap bangunan.
“Selain mampu bertahan sampai 100 tahun, keuntungan rumah dengan rangka baja adalah tahan api dan angin,” ujar Direktur Perusahaan Gunung Prisma itu dalam keterangannya.
Liwa menjelaskan, rumah berangka baja bisa tahan api dan menyediakan isolasi dari panas. Itulah kenapa di daerah yang rawan kebakaran seperti California, Amerika Serikat dan Australia sangat cocok membangun rumah dengan bahan baja. Dengan begitu masyarakat di sana tidak perlu khawatir dengan keselamatan mereka jika terjadi kebakaran hutan atau bencana lainnya.
Selain itu, apabila bagian luar bangunan dilapisi dengan bahan khusus maka akan mampu memberikan perlindungan terhadap bencana alam seperti angin topan dan gempa bumi yang sering terjadi di daerah tertentu.
“Konstruksi baja sangat bermanfaat untuk lingkungan karena mampu meningkatkan insulasi dan kedap udara tinggi sambil memberikan kinerja termal yang luar biasa,” kata Liwa.
Baca juga : 7 BUMN Dapat PMN, KPI Khusus PMN Harus Dikawal
Seorang pekerja bangunan yang jasanya banyak dipakai di Semarang Selatan, Jalil membenarkan kalau baja bisa menghindari resiko kebakaran atau tidak roboh saat diterpa angin kencang.
“Kalau saat ini, lebih baik menggunakan baja agar tahan api dan angin kencang,” ujar pria berusia 40 tahun itu.
Jalil menambahkan, baja juga praktis dalam pengerjaan karena tinggal merangkai di lapangan.
“Saya pasti sarankan pakai baja saat membangun [rumah atau bangunan], tapi saya juga ikut dengan kemauan pemiliknya karena ada juga yang suka kayu yang kuat,” ujarnya.
Di sisi lain, Gunung Prisma yang dipimpin Liwa kini merupakan salah satu perusahaan perdagangan baja terbesar di Indonesia. Gunung Prisma dianggap mampu menyediakan baja sebagai solusi holistik, berwawsan hijau, dan mendapat kepercayaan untuk bekerja sama dengan lebih dari 25 perusahaan pemasok beragam baja dari negara-negara Asia, termasuk Singapura, Jepang, dan Tiongkok. (RO/OL-7)
Ekspansi jaringan ritel material bangunan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok sektor konstruksi di wilayah penyangga Jakarta.
Kolaborasi merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.
MENTERI Perindustrian (Wamenperin) Republik Indonesia, Faisol Riza, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova S.p.A. di Castellanza, Italia.
PEMERINTAH menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 6%-8%, dan industri baja dinilai punya peran strategis sebagai fondasi pembangunan.
PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengapalkan muatan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon.
PEMERINTAH perlu mengambil langkah konkret guna melindungi sektor strategis nasional.
Api melalap bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Koperasi, Lingkungan Pelembak, Kelurahan Dayan Peken, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, dan hingga pukul 22.10 WIB petugas telah memasuki tahap pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.
RUMAH di Kampung pasekon RT 03/17 Desa/Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kebakaran pada Sabtu (28/3). Kobaran api yang diduga berasal dari ledakan tabung gas.
DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Jawa Barat, melaporkan 11 kasus kebakaran besar di Kota Depok pada periode 17-24 Maret 2026.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sedikitnya 44 bangunan yang terdiri dari 20 petak kios dan 24 rumah toko ludes terbakar
Musibah kebakaran melanda rumah di Meruya Utara, Kembangan saat pemiliknya baru pulang silaturahmi Lebaran. Simak kronologi lengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved