Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyoroti perihal harga minyak goreng yang melambung tinggi sejak 2021 kemarin.
Menurutnya, operasi pasar yang sudah dilakukan berkali-kali oleh Kementerian Perdagangan tidak efektif dalam mengendalikan harga minyak goreng didalam negeri.
"Kami menilai operasi pasar tidak begitu efektif menurunkan harga minyak goreng dalam negeri, karena itu selain mengusulkan DMO (Domestic Market Obligation) untuk sawit, saya juga mengusulkan diberlakukannya bea keluar atau pajak ekspor produk turunan CPO seperti minyak goreng yang lebih tinggi agar harga dalam negeri lebih stabil" jelas Andre melalui keterangan tertulis, Senin (10/1).
Menurut Andre, secara filosofis perbedaan besaran pajak antara CPO (Crude Palm Oil) dengan produk turunannya seperti RBD Palm Olein atau RBD palm oil masuk akal.
Karena dengan adanya perbedaan pajak tersebut, pengusaha mendapat insentif agar tidak mengekspor barang mentah. Namun, untuk saat ini menjaga stabilitas harga minyak goreng dalam negeri lebih urgent.
"Kita usulkan agar pajak yang dikenakan untuk turunan produk CPO besarannya mendekati pajak ekspor untuk CPO. Selama ini perbedaaan pajak antara CPO dengan produk turunannya antara US$125 sampai dengan US$160 per ton" terangnya.
Lebih lanjut, anggota Fraksi Gerindra itu menjelaskan, menaikkan besaran pajak kepada eksportir minyak goreng sawit dapat dilakukan sambil mendorong pemerintah mengeluarkan regulasi terkait mekanisme DMO terhadap pengusaha sawit.
"Tingginya harga minyak goreng dalam negeri saat ini sudah masuk fase kritis, bahkan di Kalimantan saya mendapat informasi bahwa harga minyak goreng mencapai Rp43 ribu per kemasan 2 liter," katanya.
"Sehingga perlu intervensi terukur yang dilakukan oleh pemerintah agar harganya dapat terkendali, misalnya dengan menetapkan pajak ekspor minyak goreng Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogramnya. Tentu soal ini harus dibicarakan dengan banyak pihak terkait agar tidak menimbulkan disinsentif," ungkap Andre
Menurut dia, naiknya bea keluar untuk produk turunan CPO seperti minyak goreng diharapkan kebutuhan dalam negeri akan minyak goreng dapat terpenuhi dengan harga yang wajar.
Di sisi lain, dia menyoroti soal pentingnya pemerintah mengatur tata niaga sawit agar lebih menguntungkan banyak pihak.
"Tata niaga CPO dan produk turunannya harus diperhatikan betul oleh pemerintah, sehingga komoditas ini tidak hanya menguntungkan sekelompok pihak saja. Naiknya harga CPO dunia beberapa waktu ini sudah sangat menguntungkan bagi eksportir-eksportir yang ada. Saatnya, pemerintah berpihak kepada masyarakat lebih luas" terang Andre.
Andre menambahkan, usulannya terkait menaikkan pajak ekspor minyak goreng ini akan disampaikan langsung kepada Menteri Perdagangan saat rapat kerja Komisi VI DPR di masa sidang mendatang.
"Masa sidang depan, Komisi VI DPR akan mengadakan rapat kerja bersama Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi untuk mencari solusi persoalan tingginya harga minyak goreng ini," kata Andre.
Seperti diketahui, negara tujuan ekspor CPO Indonesia meliputi Tiongkok, India, Pakistan, Malaysia dan USA dengan nilai ekspor minyak sawit di Juni 2021 mencapai US$18,55 miliar.
Indonesia saat ini masih menguasai pangsa pasar CPO dunia dengan menguasai sekitar 53,5% dari total ekspor CPO dunia. (Mir/OL-09)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Produk Indonesia yang mendapatkan tarif 0% meliputi minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor
Kejagung menggeledah 16 lokasi terkait dugaan korupsi ekspor CPO, menyita dokumen, alat elektronik, dan mobil mewah. 11 tersangka ditahan 20 hari.
Kejagung mendalami dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya. Lebih dari 30 saksi diperiksa dan 11 tersangka telah ditahan selama 20 hari.
Samasindo menargetkan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80% pada 2025, meski perusahaan baru memulai operasi komersial pada awal September.
Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved