Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) akan menerbitkan dan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan II tahap I 2016, dengan target total Rp4,5 triliun. Dana itu akan digunakan untuk tambahan modal kerja untuk memberi pembiayaan konsumen kendaraan bermotor.
"Untuk tahap I, obligasi ditawarkan dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp800 miliar dalam dua seri, yakni seri A dengan tenor 370 hari dan besaran kupon 7,75%-8,5%, dan seri B dengan tenor tiga tahun dan besaran kupon 8,5%-9,5%. Namun, perusahaan berharap sekitar 60%-70% minat investor bisa lebih tinggi untuk tenor tiga tahun," kata Direktur Utama WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar dalam paparan publik perusahaan di Jakarta, kemarin.
Djaja mengatakan rekam jejak perusahaan yang diklaim baik, ditambah dengan proyeksi arus kas yang kuat dan profi l pembiayaan yang sehat, membuat WOM Finance optimistis penawaran obligasi itu akan banyak diminati, apalagi melihat semakin membaiknya kondisi pasar.
"Kami berharap akan segera mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 Juni mendatang, sehingga masa penawaran umum dapat dilakukan pada 14 Juni-16 Juni 2016, dan didistribusikan secara elektronik pada 21 Juni 2016," terang Djaja.
Selain itu, di masa depan, ia menambahkan, selain memberikan pembiayaan untuk kendaraan roda dua baru, perusahaan juga akan lebih fokus kepada pembiayaan multiguna untuk pengembangan portofolio. Ditargetkan, pada 2016 ini, 35% porsi pembiayaan datang dari multiguna.
Dari segi kinerja, Direktur Keuangan WOM Finance Zacharia Susantadiredja menjelaskan, pada 2015, perusahaan membukukan total pendapatan sebesar Rp1,74 triliun, atau mengalami peningkatan ketimbang 2014 yang sebesar Rp1,5 triliun.
Sementara itu, di kuartal I 2016, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp458,3 miliar atau naik 10% ketimbang periode sama di 2015 yang sebesar Rp416,3 miliar.
Hal serupa juga terjadi pada laba bersih perusahaan yang tercatat meningkat signifi kan di kuartal I 2016, yang tadinya Rp1,11 miliar menjadi Rp19,8 miliar. Namun, mengalami penurunan secara year on year (yoy), dari Rp36,3 miliar di 2014, menjadi Rp15,6 miliar
di 2015.
"Dengan dukungan dari Maybank Group, dan didukung pemilihan portofolio yang tepat, perusahaan pun mampu memperoleh peningkatan profi t dan mengarahkan bisnis ke arah yang lebih baik," tandas Zacharia. (Arv/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved