Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Saka Energi Intensifkan Eksplorasi

Jaz/E-1
19/5/2016 10:20
Saka Energi Intensifkan Eksplorasi
(ANTARA/Wahyu Putro A)

PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk, gencar mengeksplorasi potensi migas di beberapa lapangan migas wilayah kerja mereka seiring dengan penurunan biaya operasional dan penyewaan alat dari para kontraktor. Penurunan biaya operasional itu merupakan imbas dari kegiatan pengeboran yang sepi akibat rendahnya harga minyak mentah global.

"Ini saatnya menggalakkan eksplorasi karena biaya operasional turun. Investasi memang menurun, tapi aktivitas eksplorasi justru bisa lebih banyak dilakukan karena biaya lebih murah," kata Chief Operation Offi cer Saka Energi Tumbur Parlindungan di Jakarta, kemarin.

Dengan beragam upaya efisiensi, imbuhnya, Saka mampu melakukan kegiatan eksplorasi dengan kisaran harga minyak US$25 per barel untuk kegiatan di lepas pantai (offshore).

"Di tengah kelesuan industri migas, kami mengalokasikan 40% bujet untuk eksplorasi. Pada November 2016, kami akan memulai ekplorasi di Blok Pangkah, Jawa Timur, dan dan Blok South Sesulu, Kalimantan Timur," terangnya.

Saat ini, total produksi migas Saka Energi sekitar 30 ribu barel setara minyak per hari (boepd) dari delapan blok migas di dalam negeri. Blok Pangkah memberi kontribusi terbesar dengan produksi sekitar 14 ribu boepd yang terdiri dari gas 53 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan minyak di kisaran 4.500 barel per hari.

Produksi migas Saka juga diperoleh dari Blok Ketapang 20% dan Blok South East Sumatra 8,9%. Sisanya dikontribusikan blok shale gas di Amerika Serikat. Pada 2014, PGN mengakuisisi 36% hak partisipasi Blok Shale Gas Fasken di AS dari Swift Energy yang mampu memproduksi gas hingga 150 mmscfd.

Menurut Tumbur, dengan investasi langsung pada lapangan gas dan bukan pembelian saham perusahaan di Blok Fasken, keekonomian investasi tidak terpengaruh oleh nilai perusahaan mitra. Selain itu, imbuhnya, juga membuat banyak tenaga ahli Saka terlibat langsung dalam proses produksi shale gas di Blok Fasken.

"Itu sejalan dengan tujuan investasi Saka di blok ini, yaitu menguasai teknologi know-how, manufacturing process dalam eksploitasi, serta menyediakan sumber energi bagi kebutuhan Indonesia," jelasnya. (Jaz/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ricky
Berita Lainnya