Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AUSTRALIA Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) menyatakan kajian awal terkait dengan wacana masuknya Indonesia ke pakta perdaganan Trans-Pacific Partnership (TPP) akan menaikikan impor dari negara-negara anggota TPP hingga US$3,8 miliar per tahun.
Penasihat Senior untuk Kebijakan Publik dan Ekonomi AIPEG Achmad Shauki menjelaskan, kenaikan impor nantinya berupa barang-barang modal dan bahan baku.
Besi, baja, mesin dan peralatan, dan bahan baku makanan olahan dari Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan semakin membanjiri Indonesia.
"Masuknya Indonesia ke TPP akan berimplikasi pada kenaikan impor US$3,8 miliar berupa barang modal dan bahan baku karena tarif impornya menjadi lebih murah," tukas Achmad di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, kemarin.
Namun, ia mencetuskan nilai ekspor Indonesia juga akan naik bila Indonesia bergabung ke TPP.
Potensi ekspor pasar baru Indonesia akan tercipta sebesar US$2,9 miliar per tahun.
Achmad menilai barang-barang yang berpotensi baik untuk diekspor, yakni tekstil, alas kaki, kayu, dan makanan olahan.
Tahun lalu, neraca perdagangan Indonesia ke 12 negara anggota TPP masih mengalami surplus US$3,1 miliar.
Bila Indonesia masuk ke TPP, ia menilai surplus neraca perdagangan kita akan menurun menjadi US$2,2 miliar per tahun.
Namun, dia beranggapan yang terpenting ialah nilai ekspor dan impor Indonesia bakal meningkat.
Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menyarankan pemerintah segera membantu beban para eksportir, seperti biaya logistik dan biaya bahan bakar.
Biaya bahan bakar di Vietnam dan Thailand jauh lebih murah daripada di Indonesia. (Jes/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved