Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN cat dan bahan kimia, Azko Nobel, telah menyelesaikan tahap pertama perluasan pabrik performance coating dengan investasi 2,5 juta euro di Cikarang, Jawa Barat. Tambahan investasi itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi Azko Nobel sampai 40% pada tahun ini.
"Hal itu seiring permintaan pasar domestik yang terus meningkat dari sektor petrokimia dan energi untuk produk marine serta protective coating dari merek International," papar Managing Director Akzo Nobel Protective Coatings, Mauricio Bannwart, di pabrik PT International Paint, Cikarang, Jawa Barat, kemarin.
Perluasan pabrik itu juga disertai dengan pemasangan instalasi otomatis canggih di pabrik seluas 3,3 hektare tersebut. "Salah satunya dust collector yang bekerja lebih efisien karena energi yang digunakan sesuai dengan produksi yang dilakukan sehingga lebih aman, cepat, akurat, dan ekonomis dalam menunjang produksi," katanya.
Semua itu, dikatakan Mauricio, sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas produk dan standar keamanan.
"Kami menargetkan pada 2020, 20% pendapatan dari produk ramah lingkungan serta efisiensi energi 25%-30% untuk mengurangi carbon foodprint."
Di akhir 2015, pendapatan Azko Nobel mencapai 1,4 miliar euro dengan investasi modal 9,8 juta euro serta biaya riset dan pengembangan 347 juta euro.
Pertumbuhan dalam area bisnis didominasi dari performance coating 40%, decorative painting 27%, dan special chemistry 33%.
Pendapatan dari pengguna terbanyak diperoleh dari konstruksi dan infrastruktur 41%, transportasi 17%, consumer goods 19%, dan industri 23% dengan lima merek produk, yaitu Dulux, Sikkens, Eka, Interpon Powder Coating, dan International.
Akzo Nobel pun masih akan fokus pada pasar domestik dengan produk yang mengutamakan keberlanjutan.
"Kita akan mengutamakan efisiensi dengan penggunaan bahan baku lebih sedikit agar limbah yang dihasilkan juga berkurang," tandas Mauricio.
Site Manager PT International Paint, Anto Yulianto, mengatakan meski pabrik baru juga mendatangkan efisiensi sumber daya manusia, hal itu tidak akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja.
"Kita ada pengalihan ke bagian administrasi dan otomatisasi mesin. Sisanya diberi pelatihan dua minggu untuk belajar menjadi operator mesin itu karena memang masih butuh tenaga di situ," sahutnya.
Saat ini Akzo Nobel memiliki tiga pabrik di Indonesia dan empat kantor pusat. Pabrik di Cikarang mempekerjakan 105 karyawan dari total 1.000 karyawan di Indonesia dan 46.800 karyawan di seluruh dunia.
Tahap II di 2018
Managing Director Akzo Nobel Marine Coatings Oscar Wezenbeek menambahkan tren permintaan marine coatings sampai tahun lalu bertumbuh 5% dan ditargetkan mencapai 7% pada tahun ini. "Jika memang pasar Indonesia terus membaik, mungkin ada perluasan pabrik dengan merujuk permintaan pasar 2016-2017. Jadi, diperkirakan di 2018," tuturnya.
Adapun investasi untuk perluasan, diperkirakan di tahap II mencapai 1,5 juta euro. Dengan perluasan itu, akan ada penambahan kapasitas produksi 20% dari sebelumnya penambahan produksi 40% pada tahap I. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved