Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian terus mendorong petani untuk menggunakan pupuk hayati atau pupuk organik dan tidak terlalu bergantung pada pupuk subsidi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pupuk organik semakin menguntungkan ke depan dan petani sebaiknya bisa memproduksi sendiri.
“Hasil pertanian nonpestisida kualitasnya lebih bagus dan pasarnya bisa lebih besar. Para petani perlu diberi pelatihan oleh para penyuluh agar bisa memproduksi pupuk secara baik," kata Syahrul dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (12/12/2021).
Baca juga: Masyarakat Diminta tidak Tergiur Iming-Iming Diskon Besar Harbolnas
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, mengatakan pupuk hayati merupakan pupuk yang memanfaatkan mikroba/bio fertilizer sehingga bisa meningkatkan kesuburan tanah.
"Mikroba ibarat koki handal yang dapat membuat masakan menjadi lezat. Mikroba dapat mengubah unsur hara yang terikat atau tidak bisa digunakan tanaman menjadi bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman," ungkapnya.
Duta Petani Milenial dan Formulator Bio Az-war Technology, Muhammad Azwar Fuadi, mengungkapkan peranan pupuk hayati Bio Az-war Technology yaitu menyediakan atau memfasilitasi penyerapan unsur hara, memacu pertumbuhan tanaman, dan mengurangi cekaman biotik dan abiotik.
"Pupuk hayati ini juga meningkatkan kualitas dan kesehatan tanah, bioaktivator perombak bahan organik, mengurangi kebutuhan pupuk kimia 30-50%, mengandung penambat N2, pelarut P, pemacu tumbuh (fitohormon), perombak bahan organic dan pengendali cekaman biotik dan abiotik,” terang Azwar. (RO/A-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved