Selasa 07 Desember 2021, 18:48 WIB

Wapres: Akuntan Profesional Tidak Melupakan Tata Kelola dan Akuntabilitas

Emir Chairullah | Ekonomi
Wapres: Akuntan  Profesional Tidak Melupakan Tata Kelola dan Akuntabilitas

Dok.Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL  Presiden Ma’ruf Amin meminta akuntan di Indonesia bekerja profesional untuk dapat membangun kepercayaan publik. 
Akuntan juga diminta bersikap yang adaptif dan kritis dengan tetap mengedepankan orientasi pada hasil dan akuntabilitas. 

“Saya mengharapkan akuntan profesional Indonesia terus adaptif dan kritis merespons tantangan zaman. Tetap berorientasi pada hasil, tetapi tidak melupakan tata kelola dan akuntabilitas,” tegas Ma’ruf saat menghadiri Konvensi Nasional Akuntansi (KNA) IX dan Regional Public Sector Conference (RPSC) V secara daring, Selasa.

Lebih lanjut Ma’ruf menyebutkan, kontribusi nyata akuntan profesional tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, terlebih dari aspek integritas demi menjaga kepercayaan publik. Selanjutnya, adalah membangun standar kerja yang up to date, adaptif, dan relevan dengan zaman. 

“Penguasaan teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan prasyarat bagi seorang akuntan profesional. Profesionalisme akuntan teruji ketika menghadapi realitas dan permasalahan di lapangan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ma’ruf berharap, webinar IAI ini dapat menghasilkan gagasan inovatif dan implementatif pada aspek yang bersentuhan langsung dengan publik, seperti pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Saya berharap berbagai gagasan inovatif yang muncul dalam webinar dapat pula dikembangkan menjadi kontribusi konkret demi mewujudkan kemandirian dan ketangguhan Indonesia yang kita cintai,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI Mardiasmo menyampaikan, akuntan profesional Indonesia diyakini mampu beradaptasi dan siap memasuki era pascapandemi. 

IAI selama pandemi telah meraih capaian fundamental, salah satunya, dalam mengantisipasi isu sustainability reporting yang juga menjadi perhatian bersama di tingkat global, termasuk dalam pertemuan G20, dengan membentuk Task Force Comprehensive Corporate Reporting (Task Force CCR) IAI. 

Sementara itu, di bidang pengembangan ekonomi syariah dan UMKM, IAI membangun kerja sama dengan Bank Indonesia dalam membangun kemandirian pesantren di beberapa provinsi. 

“Salah satunya adalah upaya menciptakan kemandirian pesantren melalui sosialisasi dan pilot project akuntansi pesantren. Program ini bekerja sama dengan Bank Indonesia dan telah berjalan di beberapa provinsi,” ujar Mardiasmo. (Che/E-1)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIANTO

Indonesia Percepat Jangkau Konektivitas 12.500 Desa

👤 Fetry Wuryasti 🕔Rabu 26 Januari 2022, 18:16 WIB
"Rencana awalnya ini akan diselesaikan di tahun 2032. Tetapi kita akan percepat 10 tahun. Tahun ini atau tahun depan target akan...
ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Indonesia Pimpin Pembahasan Isu Digital di G20

👤 Fetry Wuryasti 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:59 WIB
Dalam konteks digital, pandemi telah mengakselerasi perekonomian beralih ke digital. Namun dalam praktiknya, menunjukkan digital melebarkan...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Pemberdayaan Masyarakat Rumpin

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:56 WIB
Program yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat itu akan terus dikembangkan guna mendukung budi daya pertanian yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya