Sabtu 04 Desember 2021, 14:45 WIB

Gelaran ODICOFF Belanda-Serbia: Perdagangan Global Pertanian Indonesia

mediaindonesia.com | Ekonomi
Gelaran ODICOFF Belanda-Serbia: Perdagangan Global Pertanian Indonesia

Ist/Kementan
Tim delagasi One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture (ODICOFF) bertemu dengan Kementan Serbia.

 

GELARAN One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture (ODICOFF) Belanda-Serbia yang merupakan bagian dari keseluruhan road show produk pertanian Indonesia di 10 negara memberikan dampak signifikan terhadap perdagangan pertanian Indonesia.

Dari data yang dihimpun gelaran ODICOFF Belanda-Serbia tercatat potensi penjualan senilai Rp 313,08 miliar atau setara 21,8 juta USD (kurs Rp 14.320/USD).

Potensi pasar sangat terbuka khususnya untuk kopi, buah-buahan tropis, tanaman hias, palm oil, dan produk olahan pertanian lainnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto sebagai penanggung jawab ODICOFF Belanda-Serbia menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada gelaran pameran namun juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan akses pasar produk Indonesia maupun pengembangan pertanian di dalam negeri.

"Belanda, kami melakukan upaya untuk mendapatkan benih bawang bombai yang nantinya bisa dikembangkan di dalam negeri. Sementara di Serbia kami mendapatkan tantangan market akses produk Indonesia ke Serbia, ” ujar Dirjen yang akrab dipanggil Anton ini. 

Pertemuan dengan Mentan Serbia Branislav Nedimovic

Di Serbia, Delegasi Indonesia disambut langsung oleh Menteri Pertanian Serbia Branislav Nedimovic dan dilakukan pertemuan bilateral yang berlokasi Gedung Kementerian Pertanian Serbia di Beograd.

Salah satu topik pembahasan dari pertemuan tersebut adalah mempererat hubungan dagang Indonesia-Serbia. 

“Kami telah bertemu dengan Menteri Pertanian Serbia. Beliau menyatakan bahwa potensi market khususnya untuk palm oil terbuka lebar sebesar 30% yang akan dialokasikan untuk Indonesia. Tak hanya itu, Serbia terbuka produk lainnya seperti alpukat, mangga, buah naga dan manggis, ” jelas Anton. 

Harga palm oil di Serbia, lanjut Anton, cenderung lebih mahal karena mengambil dari Italy dan Belanda yang nota bene berasal dari Indonesia.

Melalui pertemuan ini, pemerintah Serbia berharap bisa direct membeli dari Indonesia sehingga harga palm oil di negara tersebut bisa kompetitif. 

“Pemerintah Serbia ingin membeli langsung palm oil dari Indonesia dan ini adalah potensi yang sangat besar. Meskipun demikian Serbia juga meminta pemerintah kita untuk membuka akses pasar untuk gandum, jagung, daging babi, dan apel nya, ” terang Anton.

“Kami sampaikan bahwa permintaan akses pasar tersebut perlu diperhatikan terkait dengan persyaratan dalam negeri berupa Pest Risk Analysis maupun Sanitary and Phytosanitary,”imbuhnya.

Dari kunjungan tersebut, Anton dakan melaporkan hasil pertemuan bilateral dengan Serbia, maupun keseluruhan rangkaian kegiatan ODICOFF di beberapa negara kepada Menteri Pertanian Ri Syahrul Yasin Limpo untuk mendapat arahan lebih lanjut. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Lakukan Analisis Ekonomi Pengendalian Rabies di Kalbar

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 09:11 WIB
Nuryani mengatakan, Provinsi Kalbar merupakan salah satu provinsi di Indonesia endemis...
dok.ant

Indonesia Kampanyekan Dunia Kerja yang Inklusif Di Ajang G20

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 27 Januari 2022, 08:15 WIB
DALAM pelaksanaan G20 Indonesia bidang ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan akan mengampanyekan dunia kerja yang inklusif bagi...
AFP

Bank Sentral AS Kemungkinan Naikkan Suku Bunga Maret

👤Muhamma Fauzi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 07:26 WIB
FEDERAL Reserve AS atau Bank Sentral AS pada Rabu (26/1/2022) mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Maret...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya