Jumat 26 November 2021, 15:14 WIB

Kemendag Perkuat Industri Halal dan Fesyen Muslim Nasional

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Kemendag Perkuat Industri Halal dan Fesyen Muslim Nasional

FOTO ANTARA/Yusran Uccang
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi.

 

DIREKTUR Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengungkapkan, Kementerian Perdagangan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Indonesia Product (Inapro) Expo 2021 di Jawa Timur.

Pameran ini diharapkan memperkuat penetrasi industri halal dan fesyen muslim di Tanah Air sehingga turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Diharapkan Inapro Expo 2021 yang dilaksanakan secara hibrida pada tahun ini dapat secara maksimal berkontribusi pada pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Didi, Jumat (26/11).

Didi menyampaikan, dampak krisis pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua tidak hanya dirasakan sektor kesehatan tetapi juga perekonomian secara global. Semua pihak dituntut beradaptasi melalui penerapan teknologi digital dalam kehidupan sosial, pendidikan, perekonomian, termasuk aktivitas perdagangan.

“Kemendag mengapresiasi Kadin Jawa Timur yang memfasilitasi peserta pameran sehingga dapat kembali berinteraksi dengan para pembeli dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Didi.

Kemendag turut berpartisipasi dengan menghadirkan Paviliun Kementerian Perdagangan. Paviliun tersebut menampilkan produk fesyen muslim enam pelaku usaha. Pelaku usaha tersebut adalah PT Shantika Fashion Jaya, LORI Fashion, RAMLI Collection, Rasyida Alam, Eling Galeri, dan PT Cipta Amanah Niaga.

Menurut Didi, kehadiran produk fesyen muslim di Paviliun Indonesia selaras dengan upaya yang digalakkan Kemendag yaitu peningkatan ekspor sektor fesyen muslim dan produk halal.

“Sebelumnya, Kemendag telah menggelar Embracing Jakarta Muslim Fashion Week pada Kamis (18/11) lalu. Ajang yang diinisiasi Kemendag dan Kadin ini akan menjadi pergelaran akbar tahunan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia,” terangnya.

Selain produk fesyen muslim, Paviliun juga menghadirkan stan Informasi untuk mensosialisasikan layanan konsultasi ekspor melalui Export Center Surabaya (ECS).

Pada stan ini, Kemendag memfasilitasi 10 pelaku usaha yaitu Omaku (popcorn gourmet), PT Welco (selai), PT Suryajaya Abadiperkasa (kornet daging, makanan kaleng siap santap), Elevens Cap (produk topi baseball), UD Sumber Jaya Abadi (produk sepatu), CV Hortindo Agro Kencana Farm (sukun beku, pia, dan kacang), CV Bolu Ketan Mendut (keripik brownies), CV Dua Putri Sholehah (bawang goreng), Rubath Kopi Jombang (kopi), serta UD Fanka Mandiri (sambal pecel dan keripik pisang).

Dikatakan Didi, pemilihan ECS di Surabaya karena Kota Pahlawan ini dipandang sebagai lokasi strategis untuk pusat logistik dan perdagangan nasional. Selain itu, Surabaya merupakan hub untuk kawasan Indonesia Timur. Untuk itu, pembangunan ESC merupakan salah satu bentuk kontribusi Kemendag bagi penguatan ekspor.

“Harapan kami, ECS dapat dipakai untuk membina dan mencetak eksportir Indonesia yang tangguh dan inovatif sehingga dapat menembus pasar global dengan lebih lancar,“ ungkap Didi.

Didi berpesan agar para pelaku usaha terus memanfaatkan kanal informasi yang tersedia untuk meningkatkan akses pasar produk ke pasar global.

"Selain itu, dengan memanfaatkan komitmen perdagangan internasional yang telah ada antara Indonesia dengan negara mitra dagang,”tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sinergi kemendag dan Kadin dalam pendirian ECS di Jawa Timur sehingga dapat mendukung ekspor UKM Jawa Timur. Kerja sama yang kuat harus dibangun semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan UKM, khususnya di Jawa Timur.

“Jawa Timur ingin terdepan dalam menyiapkan industri halal dan saat ini telah memiliki kawasan industri halal. Kami berterima kasih kepada Kemendag dan Kadin atas dukungan dalam membuka pasar UKM menjadi lebih luas,” kata Khofifah.

Arsjad menambahkan, peningkatan permintaan ekspor saat ini merupakan peluang emas yangtidak boleh dilewatkan.

“Salah satu kekuatan dan fondasi kita adalah UKM. Untuk membuka akses ke pasar bagi kalangan UKM, Kadin bekerja sama dengan Kemendag melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri dengan mendirikan Trading House," tutur Arsjad.

"Diharapkan melalui Inapro Expo, kita dapat memperluas akses pasar sehingga semakin meningkatkan kesejahteraan UKM,” pungkasnya. (Try/OL-09)

Baca Juga

Dok. Property.co.id

Dukung Pengembangan Pariwisata di Pandeglang, Property,.co.id Bangun Resort

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 05 Desember 2021, 11:51 WIB
peluncuran Property.co.id di Tanjung Lesung diharapkan dapat membantu pengembangan sektor pariwisata khususnya di wilayah kabupaten...
Ist

Sandiaga: Santri Digitalpreneur Tingkatkan Kapasitas SDM dan Buka Lapangan Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 09:29 WIB
Dalam menghadapi era industri 4.0 yang serba digital, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, kempetitif, dan...
Dok Kemenparekraf

Sertifikasi CHSE di Lokasi Wisata Kini Dilengkapi SNI

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 05 Desember 2021, 06:00 WIB
Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Skema Akreditasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety & Environment Sustainability) untuk sektor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya