Kamis 28 Oktober 2021, 20:53 WIB

BSI Cetak Laba Bersih Rp2,26 Triliun

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BSI Cetak Laba Bersih Rp2,26 Triliun

Antara
Pegawai menghitung uang di Kantor Cabang Digital Bank Syariah Indonesia (BSI) Thamrin, Jakarta, Selasa (24/8).

 

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau (BSI) mencatatkan kinerja yang apik di triwulan III 2021. Pasalnya perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp2,26 triliun, tumbuh 37,01% secara tahunan (<i>year on year<p>).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan strategi BSI yang fokus pada digitalisasi mampu mendorong pertumbuhan laba bersih pada triwulan III 2021. Dia bilang, perusahaan akan terus berinovasi sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan transaksi bagi seluruh nasabahnya.

"Akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot bisnis. Hal ini tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133% (yoy)," imbuhnya dalam konferensi pers pemaparan kinerja triwulan III secara daring, Kamis (28/10).

"Hal lain juga ditunjukkan dengan kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95% transaksi di BSI sudah menggunakan e-channel. Sedangkan sisanya sebanyak 5% masih menggunakan layanan di teller," sambungnya.

Selain konsistennya pengembangan digital, lanjut Hery, pertumbuhan laba bersih juga berasal dari perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang tercatat mencapai Rp219,19 triliun.

Catatan tinggi DPK itu salah satunya dikontribusi dari dana tabungan wadiah yang tumbuh 16,22% (yoy) atau mencapai Rp30,35 triliun. Secara total, dana tabungan yang ada di BSI mengalami pertumbuhan 11,57% (yoy) mencapai Rp91,43 triliun.

Hery bilang, pertumbuhan tabungan itu memberi dampak positif pada cost of fund yang tercatat 2,10%. Persentase tersebut turun dibandingkan dengan Desember 2020 yang sebesar 2,67%.

Selain DPK, kinerja pembiayaan perseroan juga tergolong apik. Tercatat, pembiayaan BSI mampu tumbuh sekitar 7,38%( yoy), mencapai Rp163,32 triliun. Namun, perusahaan tetap mampu menjaga kualitas pembiayaan (non performing loan/NPF) nett sebesar 1,02%.

Hery menjelaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan disokong oleh pembiayaan konsumer yang mencapai Rp77,89 triliun. Jumlah itu naik sekitar 21,43 % yoy dari sebesar Rp64,14 triliun. Disusul gadai emas yang tumbuh 15,58% yoy dengan penyaluran mencapai Rp4,42 triliun dari sebelumnya Rp3,82 triliun.

Sementara itu, realisasi pembiayaan komersial BSI sepanjang Januari-September 2021 mencapai Rp10,58 triliun, tumbuh sekitar 7,29% (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp9,86 triliun.

Adapun untuk sektor mikro berhasil tumbuh sekitar 4,74%. Hery bilang, BSI akan terus mendorong pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM sehingga komposisinya hingga September 2021 mencapai 22,93%, atau meningkat dari posisi Desember 2020 yang sekitar 22,40%.

Hery pun menekankan, dengan sinergi yang baik dari berbagai segmen tersebut BSI mampu meningkatkan aset menjadi Rp251,05 triliun atau naik sekitar 10,15% yoy dari Rp227,92 triliun.

Selain dari segi bisnis, lanjut Hery, pihaknya juga terus berkomitmen menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance). Sehingga peran bank syariah terus bertambah untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dengan mengimplementasikan prinsip tersebut di berbagai sektor.

Di antaranya melalui pembiayaan keuangan berkelanjutan yang nilainya mencapai Rp41,07 triliun atau setara 22,9% dari total pembiayaan BSI. BSI pun melakukan pemasangan panel surya serta peletakkan reverse vending machine & plasticpay mini collection point di Jakarta.

Dukungan pada transaksi sosial keagamaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) juga terus digencarkan BSI melalui penyaluran zakat perseroan per September 2021 yang mencapai Rp72,48 miliar. Pendistribusian zakat berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan BSI scholarship sebanyak 500 mahasiswa, BSI Care serta program 14 desa berdaya sejahtera Indonesia.

"Hal ini tentu semakin memberikan spirit BSI untuk terus maju dan berfokus pada berbagai strategi penting di antaranya integrasi operasional pascalegal merger, mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan sustain, efisiensi dan akselerasi kapasitas digital," tutur Hery. (E-3)

Baca Juga

Antara

Sandiaga Ingin Kembangkan Ekonomi Kreatif Unggulan di Jambi

👤Ant 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:57 WIB
Ia menilai Jambi memiliki potensi wisata yang kaya dengan dibuktikan adanya dua Kawasan Strategis Pariwisata...
Dok. INPP

INPP Gandeng Cornerstone dan Cushman & Wakefield Dalam Pengembangan Antasari Place 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:08 WIB
"“Sejak awal kami perlu memastikan pemenuhan hak konsumen untuk mendapatkan layanan yang berkualitas untuk calon...
Dok. Blibli

CEO Blibli Kusumo Martanto Raih Penghargaan Marketing Champion Marketeer Of The Year 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:05 WIB
Pengakuan itu dinilai dewan juri dari keberhasilan Kusumo menavigasi Blibli lewat gebrakan bisnis dan inovasi pemasaran yang memberikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya