Minggu 24 Oktober 2021, 23:26 WIB

Bantuan Tunai Kebijakan Paling Tepat Hadapi Pandemi

Ant | Ekonomi
Bantuan Tunai Kebijakan Paling Tepat Hadapi Pandemi

MI/Tosiani
Bantuan tunai

 

Mantan Menteri Keuangan periode 2014-2016 Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, bantuan tunai yang langsung diberikan kepada masyarakat merupakan kebijakan paling tepat untuk mengatasi dampak pandemi covid-19. Sebab, itu dapat mencegah terjadinya peningkatan tingkat kemiskinan yang tinggi. "Bantuan yang tepat adalah yang bisa menjaga daya beli. Komponennya adalah bantuan tunai langusng dan saya yakin ini sudah dilakukan pemerintah," ujarnya dalam webinar, Minggu (24/10).

Bantuan langsung kepada masyarakat, kata Bambang, amat diperlukan karena pandemi mengharuskan adanya pembatasan aktivitas. Itu menyebabkan aktivitas ekonomi terhambat dan membuat banyak pekerja dirumahkan, atau bahkan kehilangan pendapatan sama sekali.
Menurunnya jumlah pekerja karena pandemi berpotensi meningkatkan jumlah penduduk miskin dan rentan miskin di Indonesia. Dalam sebuah survei, imbuh Bambang, 10% dari total penduduk Indonesia berada dalam jurang kemiskinan, dan 67% berada di tepi jurang kemiskinan.
Belum lagi mayoritas dari kelompok masyarakat itu bekerja di sektor informal, atau UMKM. Sektor usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi negara dan acap kali kebal terhadap krisis, kali ini justru terdampak paling parah.

Karenanya bantuan tunai langsung kepada masyarakat, utamanya kepada kelompok miskin dan rentan miskin menjadi kunci penting. Itu tak hanya dapat menahan penambahan jumlah kemiskinan dan menjaga daya beli, tapi juga mampu memutar perekonomian. Bantuan tunai dinilai sangat berarti lantaran masyarakat miskin dan rentan miskin tak memiliki dana cadangan seperti kelompok masyarakat di golongan atas. 

"Lebih dari 50% tidak memiliki tabungan, ada yang punya tabungan tapi hanya untuk mencukupi hidup 1 bulan, 1 hingga 6 bulan, dan di atas 6 bulan itu hanya sedikit orang," jelas Bambang.
"Tiga jawaban utama yang dimiliki kelompok miskin dan rentan miskin utuk bertahan dari krisis aalah menjual atau menggadaikan barang, mengurangi pengeluaran kecuali makanan, dan mengurangi semua jenis pegnelularan termasuk makanan," sambungnya.

Karenanya, kata Bambang, kelompok masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dan masuk dalam kategori rentan miskin perlu didukung dan dijaga oleh pemerintah. (OL-8)

Baca Juga

Antara/Olha Mulalinda

Ada Peningkatan Permintaan saat Nataru, Ini Antisipasi Pertamina Patra Niaga

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Desember 2021, 16:36 WIB
Per 7 Desember, ketahanan stok untuk seluruh produk bahan bakar minyak rata-rata berada di atas 19 hari, LPG di atas 14 hari, dan Avtur 35...
Ist/OJK

Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Membaik, OJK Siapkan Tujuh Fokus Kebijakan 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 16:35 WIB
OJK mencatat kondisi sektor jasa keuangan hingga Desember 2021 ini dalam kondisi stabil dengan kinerja yang membaik seiring dengan...
Dok. Kementan

Persiapkan SDM Pertanian untuk Hadapi Tantangan Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 16:34 WIB
"Kita harus cetak SDM yang lebih banyak adaptif, yang memiliki inovasi yang kuat, dan mampu mengimplementasikan riset, teknologi, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya