Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia mendorong realisasi investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) oleh investor dari Selandia Baru. Selain terlibat dalam pengembangan PLTP Kamojang Jawa Barat di era 1970-an, Indonesia dan ‘Negeri Kiwi’ telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan listrik energi ramah lingkungan itu.
"Pada 2014 telah ditandatangani MoU pembangunan PLTP dengan investasi US$12,86 juta (Rp173 miliar)," ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, dalam siaran pers terkait kegiatan Indonesia-New Zealand Investment Forum di Wellington, Selandia Baru, Jumat (6/5).
Usai bertemu Menteri Pembangunan Ekonomi Selandia Baru, Steven Joyce, Franky menyatakan Selandia Baru mendukung rencana pembangunan pembangkit listrik 35 gigawatt. "Kami berharap mereka masuk ke sektor geotermal," katanya.
Selain di sektor energi, pihaknya juga mendorong investasi di sektor lain.
Sepanjang 2010 hingga 2015, realisasi investasi dari Selandia Baru mencapai US$38,2 juta. Dari jumlah itu, 77% terealisasi di industri makanan atau sejumlah US$124,3 juta dalam 6 tahun terakhir. Sektor-sektor lain ialah industri kimia, infrastruktur, dan pariwisata.
"Kami ingin terus mengundang perusahaan global Selandia Baru untuk berinvestasi di Indonesia. Selain menciptakan lapangan kerja, mereka juga bisa melakukan transfer teknologi dan pengetahuan," tutur Franky.
Perusahaan Selandia Baru yang sudah beroperasi di Indonesia ialah produsen susu Fonterra dan ANZ yang bergerak di sektor perbankan.
Di sela kunjungan ke fasilitas pengolahan susu milik Fonterra di Te Rappa, Franky sempat berdiskusi dengan Chief Financial Officer Fonterra Lukas Paravicini terkait rencana ekspansi perusahaan tersebut ke Indonesia.
"Fonterra menempatkan Indonesia dalam delapan negara prioritas dan akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi di ASEAN," tandasnya. (Dro/Ire/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved