Senin 18 Oktober 2021, 22:20 WIB

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 79%, PT KCIC Terus Kebut Pembangunan 

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 79%, PT KCIC Terus Kebut Pembangunan 

Antara/Raisan Al Farisi
Konstruksi rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Jalan Tol Purbaleunyi

 

DIREKTUR Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini sudah mencapai 79%. 

Pihaknya bersama konsorsium kontraktor sedang fokus melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif agar target operasional pada 2022 bisa terwujud. 

Adapun, titik-titik konstruksi yang menjadi prioritas ke depan antara lain tiga terowongan tersisa dari 13 terowongan yang ada di jalur KCJB. 

"Ketiga terowongan prioritas itu adalah tunnel #2 sepanjang 1.040 meter di Jatiluhur, Purwakarta, tunnel #4 sepanjang 1.315 meter di Plered, Purwakarta, dan tunnel #6 sepanjang 4.478 meter di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat," ujar Dwiyana melalui keterangan resmi, 

Selain itu, PT KCIC juga tengah mempercepat pengerjaan relokasi SUTT PLN dan erection girder untuk konstruksi elevated track, terutama yang berada di daerah Batununggal, Bandung, Jawa Barat. 

Selain percepatan pada konstruksi jalur KCJB, Dwiyana memaparkan saat ini PT KCIC juga sedang melakukan percepatan pembangunan Stasiun Kereta Cepat Halim, Karawang, dan Tegalluar. 

Baca juga : Wisman ke Bali Harus Punya Asuransi Rp1 M, Ini Penjelasan Sandiaga

“Saat ini, pengerjaan di tiga Stasiun Kereta Cepat di Halim, Karawang, dan Tegalluar juga sedang kami kebut agar segera siap menyambut para penumpang sesuai target di akhir tahun 2022,” paparnya. 

Sedangkan Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta yang akan digunakan ketika operasional nanti, saat ini sedang dalam tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok. Termasuk juga pembuatan Comprehensive Inspection Train (CIT) atau Kereta Inspeksi yang nantinya akan digunakan untuk pengecekan rutin jalur kereta cepat guna memastikan keamanan dan kehandalan pengoperasian KCJB. 

“Dengan semua upaya maksimal yang kami lakukan, diharapkan target pengoperasian KCJB di akhir tahun 2022 bisa tercapai,” ucapnya. 

Ia mengakui pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 cukup menghambat proses pembangunan KCJB. 

“Pandemi cukup memberikan dampak pada progress pembangunan KCJB. Untuk itu fokus kami sekarang ini adalah melakukan percepatan pembangunan,” tandasnya. 

Sebagaimana diketahui, pada fase pengoperasian awal yang ditargetkan di akhir tahun 2022, KCJB akan menempuh trase sepanjang 142,3 kilometer. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melintasi 9 kota dan kabupaten di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Stasiun keberangkatan sekaligus kedatangan kereta cepat berada di wilayah Jakarta, yakni melalui Stasiun Halim, kemudian melintasi Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang dan berakhir di Stasiun Tegalluar. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Presidensi G20 Indonesia Bawa Manfaat Ekonomi dan Strategis

👤Fetry Wuryasti 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 15:10 WIB
Diperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi domestik sebesar Rp1,7 triliun dan PDB domestik Rp7,43 triliun yang berasal dari kunjungan...
Ist/Kementan

Gelaran ODICOFF Belanda-Serbia: Perdagangan Global Pertanian Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:45 WIB
ODICOFF Belanda-Serbia yang merupakan bagian dari keseluruhan road show produk pertanian Indonesia di 10 negara memberikan dampak...
Ist

Menko Airlangga Apresiasi Peran TNI dan Polri Dukung Kebijakan Pemerintah

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 12:33 WIB
Peran TNI dan Polri nyata dalam berbagai upaya mulai dari pemberlakukan PPKM, pendisiplinan protokol kesehatan, hingga akselerasi vaksinasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya