Minggu 10 Oktober 2021, 23:40 WIB

Disuntik APBN, Ketua Banggar Minta Proyek Kereta Cepat Dorong Pertumbuhan Perekonomian Baru 

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Disuntik APBN, Ketua Banggar Minta Proyek Kereta Cepat Dorong Pertumbuhan Perekonomian Baru 

Antara/Raisan Al-Farisi
Terowongan di Lembah Teratai yang jadi salah satu pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung

 

KETUA Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta, rencana pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui penyertaan modal negara (PMN) 2022 senilai Rp4,1 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dioptimalkan. 

Dia mengatakan, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta-Bandung, bantuan APBN merupakan back up atau dana cadangan terhadap konsorsium BUMN yang terlibat pengerjaan proyek ini. 

Konsorsium patungan untuk proyek KCJB yang diberi nama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN). 

"Perpres 93/2021 mengamanatkan agar pemerintah pusat, daerah dan BUMN melakukan optimalisasi fungsi ekonomi. Artinya, ketika mendapat suntikan modal dari APBN, pemerintah punya tanggung jawab menghidupkan jalur kereta cepat sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru," ungkap Said kepada Media Indonesia, Minggu (10/10). 

Politikus PDI Perjuangan itu juga berpandangan bahwa proyek tersebut jangan hanya melihat proyek rute Jakarta-Bandung saja. Namun, sebagai jalur pengembangan Jakarta-Surabaya. Dengan sambungan ini, diharapkan ada dampak ekonomi yang bakal lebih besar, yakni sebagai sandaran angkutan mobilitas manusia, barang dan jasa yang lebih efisien. 

Baca juga : Jubir Airlangga Jelaskan Sejak Awal Luhut Pimpin Proyek Kereta Cepat

"Aspek kecepatan, dan efisiensi dalam bisnis untuk menuju poin to point menjadi sangat penting. Gambar besar ini yang harus kita pahami bersama. Disinilah peran BUMN sebagai avant garde (garda depan) pelaksanaan pembangunan yang oleh pemerintah dianggap sebagai kebijakan strategis," jelas Said. 

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta KAI, selaku pimpinan konsorsium yang mengajukan dana PMN 2022 senilai Rp4,1 triliun, untuk terlebih dahulu melakukan audit atas pembengkakan biaya (cost overrun) hingga US$1,9 miliar atau sekitar Rp27 triliun. 

"Dalam rapat pada 2 September lalu, saya sudah mengingatkan ke pihak KAI agar dilakukan audit terlebih dahulu. Soalnya ada pembengkakan biaya dan akhirnya mengusulkan dana PMN 2022 dengan Rp4,1 triliun untuk menutup cost overrun itu," ujarnya. 

Politisi Gerindra ini menyebut, biaya pengadaan lahan yang membengkak disinyalir menjadi salah satu penyebab biaya proyek KCJB melonjak. 

Sebelumnya, dalam paparan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KAI (Persero) Salusra Wijaya saat rapat kerja dengan Komisi VI, Rabu (1/9) mengatakan, semula proyek kerja sama pemerintah Indonesia dengan Tiongkok ini diperhitungkan membutuhkan biaya US$6,07 miliar. Lalu melambung hingga US$9,9 hingga US$11 miliar, atau gap sebesar US$3,8-US$4,9 miliar dari perhitungan biaya awal. Kemudian, setelah dikalkulasi ulang bisa ditekan menjadi US$8 miliar. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Medco E&P Kembali Dipercaya Kelola Wilayah Kerja Senoro-Toili

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 29 November 2021, 13:23 WIB
Perpanjangan ini terhitung efektif dari Desember...
Antara

Presiden: Seluruh Materi dan Substansi UU Cipta Kerja Tetap Berlaku

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 29 November 2021, 12:21 WIB
Kepala negara juga memastikan bahwa pemerintah menghormati putusan Mahkamah Konstitusi dan akan segera melakukan perbaikan atas UU Cipta...
Freepik.com

Kementerian Perindustrian Dorong Ekspor Produk IKM Kosmetik Berbahan Lokal

👤Dede Susianti 🕔Senin 29 November 2021, 12:03 WIB
Berdasar data International Trade Center (ITC) nilai pasar ekspor produk kosmetik di dunia pada tahun 2020 mencapai US$140...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya