Kamis 30 September 2021, 20:07 WIB

Indonesia Tagih Komiten Nyata Paris Agreement

Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Indonesia Tagih Komiten Nyata Paris Agreement

Antara
Menkeu Sri Mulyani

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menagih komitmen negara-negara yang bersepakat dalam Paris Agreement untuk menunjukkan hasilnya. Pasalnya sejak ditandatangani pada 2016, upaya melawan perubahan iklim hanya menghasilkan kebisingan tanpa buah yang manis.

Hal itu disampaikan dalam Asia House Conference bertema The Role of Green Finance in Delivering Southeast Asia's Sustainablity Goals secara virtual, Kamis (30/9). Pernyataan itu terlontar lantaran banyak pertanyaan ditujukan kepada Indonesia namun tanpa solusi atau dukungan nyata.

"Kami akan melakukan pekerjaan rumah kami. Tapi jangan biarkan Indonesia mengerjakan pekerjaan rumahnya dan kemudian global hanya datang dari pertemuan pertemuan, pidato-pidato, kesepakatan dan kesepakatan tetapi tidak ada uang nyata," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan, upaya untuk melawan perubahan iklim itu membutuhkan dana yang cukup besar. Dengan keterbatasan anggaran, Indonesia berupaya menjalankan komitmennya dalam Paris Agreement. Pasalnya Indonesia juga memiliki misi prioritas lain seperti pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih layak konsumsi, melakukan transformasi kesehatan, dan mendorong mutu pendidikan nasional.

"Jadi ini akan menjadi sesuatu yang bagaimana kita akan tetap bisa membiayai (melawan perubahan iklim) dengan (biaya yang) terjangkau, kita transformasi dengan manfaatnya ini akan dinikmati oleh semua orang, terutama mereka yang prasejahtera," jelas Sri Mulyani.

"Tapi kami secara alami akan berpartisipasi (menjalankan komitmen Paris Agreement), kami selalu berdiskusi dan saya tidak malu untuk menjelaskannya, berapa banyak yang kami mampu. Bagaimana kita mampu," tambahnya.

Diketahui, melalui Paris Agreement Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon hingga 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional di 2030. Komitmen itu kemudian dituangkan dalam UU 16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change (Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim). (OL-8)

 

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan.

Asuransi Rangka Kapal Milik Jasindo Tumbuh Signifikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:51 WIB
Salah satu pertumbuhan positif tersebut tercatat di lini bisnis asuransi rangka...
Dok kemenhub

Menhub Sebut Integrasi Data Secara Digital Percepat Layanan Pelabuhan

👤RO/Micom 🕔Sabtu 27 November 2021, 19:22 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok mengelola hampir 70% kegiatan ekspor-impor...
Antara

Bali Sepi Penerbangan Internasional, Kemenparekraf Galang Kerja Sama dengan Hongaria

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:29 WIB
Bali masih sepi dari penerbangan internasional, sejak dibuka Oktober tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya