Jumat 17 September 2021, 17:28 WIB

Kesepakatan Bisnis Pembangunan Pabrik Baterai Listrik tidak Libatkan Konsultan Asing

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Kesepakatan Bisnis Pembangunan Pabrik Baterai Listrik tidak Libatkan Konsultan Asing

Antara/Moch Asim
Ilustrasi

 

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan proses negosiasi hingga terealisasinya pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Tanah Air dilakukan tanpa melibatkan konsultan asing.

"Deal bisnis senilai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun itu tanpa melibatkan konsultan asing. Itu dilakukan seutuhnya oleh putra putri bangsa terbaik kolaborasi antara kementerian teknis dan Kementerian Investasi," katanya dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Jumat (17/9).

Pemerintah berhasil mengantongi investasi senilai total US$9,8 miliar untuk proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan Korea Selatan. Pada tahap awal, konsorsium Hyundai, LG Energy Solution dan KIA membentuk perusahaan patungan dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (EV) di Karawang, Jawa Barat, senilai US$1,1 miliar.

Bahlil menjelaskan pemerintah telah mencanangkan pengembangan industri kendaraan listrik dan baterai listrik sejak 2019.

Selanjutnya, pada November 2019, pemerintah Indonesia melakukan kesepakatan dengan Hyundai terkait pengembangan rencana tersebut. Kendati pandemi melanda, pembangunan pabrik kendaraan konvensional dan kendaraan listrik Hyundai terus berjalan sepanjang 2020.

"Sekarang pembangunannya sudah mencapai 100 persen untuk yang konvensional dan yang listriknya akan diproduksi tahun 2022 bulan Mei," katanya.

Bahlil menargetkan realisasi investasi dari investasi sebesar 9,8 miliar dolar AS itu bisa mulai terjadi paling lambat awal 2022.

Pasalnya, pada Desember 2021, pabrik prekursor ditargetkan sudah terbangun. Ada pun pabrik sel baterai di Karawang diharapkan akan selesai konstruksi pada September 2022 dan mulai berproduksi pada 2023.

"Saya targetkan total sudah harus start paling lambat 2022 awal, semua harus jalan. Jadi insya Allah sebelum masa kabinet kedua selesai, insya Allah clear pembangunannya," ujarnya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/Agung Wibowo

IHSG Diperkirakan Terdampak Sentimen Positif Bursa Global

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 10:25 WIB
IHSG pada perdagangan Selasa (26/10), dibuka pada level 6.640,05 dari penutupan kemarin di level...
Youtube/KBRI Jeddah

Dari Ajang TEI-DE 2021, Arab Saudi Borong Produk Makanan USD 53,1 Juta

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 10:23 WIB
Dari ajang Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021, Arab Saudi memborong produk makanan sebesar USD 53,1...
Antara

Pasokan Ketat, Harga Minyak Dunia Capai Tertinggi Multitahun

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 08:15 WIB
HARGA minyak dunia mencapai level tertinggi multitahun, pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (26/10) sebelum menjadi stabil,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya