Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Banten, sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD), mencatatkan kenaikan aset hingga 28,11 % selama masa pandemi.
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin di Serang, Selasa, mengapresiasi keberhasilan perseroan untuk menjadi BPD dengan pertumbuhan aset tertinggi kedua setelah Bank NTT.
"Bank Banten melakukan berbagai langkah strategis untuk menyehatkan perseroan. Manajemen baru yang terpilih per Maret 2021 juga kini tengah mendorong akselerasi bisnis perseroan agar dapat memacu kinerja bisnis bank kebanggaan masyarakat Banten ini," katanya.
Berbagai langkah dilakukan untuk menjadikan target laba bisa segera tercapai. "Mulai dari Buyback kredit PNS Pemprov Banten Rp557 miliar dari Bank Jabar-Banten (BJB), menghadirkan produk-produk yang memungkinkan naiknya dana pihak ketiga (DPK), melakukan digitalisasi, serta mendorong segenap Banteners untuk meningkatkan produktivitasnya," tutur Agus.
Bank Banten sudah menyiapkan strategi dengan mengusung ;4 Grand Strategy dan 8 Quick Wins untuk memastikan agar bank ini ke depan mencapai kejayaannya. Dengan captive market 70 ribu PNS di Banten, masih memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang.
"Kami tengah berupaya untuk all out menggarap nasabah utama, sembari membuka opsi-opsi turunan produk dan layanan yang terintegrasi dengan e-commerce. Saya optimis, BEKS bisa segera laba," ujar Agus Syabarrudin.
Bank Banten terus berupaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tambahnya, berbagai langkah strategis untuk melakukan transformasi digital dilakukan oleh perseroan untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Harapannya, Bank Banten bisa meraih cita-cita untuk kian meraih kepercayaan masyarakat. (Ant/E-1)
Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari auditor independen.
PT BUMA Internasional Grup Tbk mencatatkan pemulihan operasional yang konsisten sepanjang tahun, didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas dan penurunan biaya per unit.
Pertumbuhan ini didorong oleh berlanjutnya proses handover apartemen Antasari Place, kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025.
Di luar bisnis inti otomotif, Perseroan juga terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan.
Astra berencana tetap memanjakan pemegang saham dengan mengusulkan total dividen sebesar Rp390 per saham untuk tahun buku 2025.
Perseroan membukukan laba sebesar Rp57,132 triliun yang ditopang oleh struktur pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit yang terjaga, hingga perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved