Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA pekan lalu, pasar dihebohkan dengan anjloknya harga cabai yang mencapai rata-rata Rp10.000 per kg. Hal ini terjadi lantaran pasokan cabai yang menggunung di tengah keterbatasan penyerapan atau konsumsi dari masyarakat akibat adanya PPKM.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian Bambang Sugiharto mengatakan, sebetulnya komoditas pertanian sudah biasa dalam mengalami siklus harga yang naik turun. Penyebab utama hal ini terjadi lantaran kondisi permintaan yang tidak sebaik pada masa sebelumnya.
"Harga cabai rawit dan cabai merah bulan Januari 2021 di tingkat petani itu mencapai Rp50.000 per kg, Februari naik Rp60.000, Maret Rp80.000 bahkan beberap daerah ada yang sampai Rp100.000. Tapi April turun lagi menjadi Rp50.000, Mei Rp30.000, Juni Rp20.000, dan Juli sampai sekarang mencapai Rp10.000," ungkapnya dalam acara diskusi bersama wartawan di Kantor Direktorat Jenderal Holtikultura, Jakarta, Rabu (1/9).
Bambang menambahkan, penurunan harga cabai pada periode Juli-Agustus 2021 disebabkan oleh produksi cabai yang cukup baik dari petani, tapi tidak didukung oleh permintaan dari masyarakat dikarenakan kondisi PPKM.
Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa pihaknya menghadirkan bebeeapa solusi agar pendapatan para petani cabai tidak ikut anjlok dalam keadaan PPKM.
"Di antaranya kita langsung serap cabai dari petani. Petani yang laporkan harga rendah langsung kita beli misalnya dari Temanggung, Kebumen dan lainnya. Kita juga bantu simpan dan kita pasarkan ke beberapa sektor. Seperti industri kita passrkan ke Indofood, Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) juga ikut menyerap," tegas Bambang.
"Kita juga datangi mitra kerja kementerian lain untuk pegawainya ikut menyerap. Lalu ada kegiatan pasar tani, di mana ada 100 unit pasar tani yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal-hal ini terus kita lakukan untuk mengatasi gejolak harga cabai maupun kondisi yang menimpa komoditas lain nantinya," lanjutnya.
Ke depan, Bambang juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong pengolahan cabai dalam bentuk jadi. Seperti cabai kering kemasan, sambal kemasan dan juga minyak cabai.
Baca juga : BPS Catat Inflasi Agustus 2021 Sebesar 0,03%
"Kita akan mendorong agar cabai ini tidak hanya dalam bentuk fresh tapi juga bisa diolah dalam bentuk jadi. Ini bisa menjadi jawaban atas anjloknya harga cabai. Kita ke depan juga ingin menghasilkan minyak cabai. Negara Eropa sudah pakai minyak cabai dan Indonesia akan mengikuti hal itu. Itulah upaya kita hilirasi, ubah pola konsumsi agar cabai tidak jadi gejolak nasional," ujar Bambang.
Di tempat yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Retno Sri Hartati Mulyandari menekankan bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mengedukasi para petani cabai untuk mengolah hasil panen menjadi produk jadi.
Selain itu, menurutnya dalam kondisi menurunnya harga komoditas, semua pihak dapat ikut berkontribusi agar permasalahan ini dapat teratasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah ikut menyerap komoditas tersebut.
"Harapan kami bahwa situasi dapat kembali membaik dan masyarakat harus paham bahwa dalam situasi ini tidak hanya Kementan yang harus berkontribusi, tapi semua stakeholder dan juga masyarakat," tuturnya.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menambahkan, saat ini Kementan akan fokus untuk menjaga produksi dan konsumsi dari komoditas pertanian dalam keadaan stabil.
"Hal terpenting adalah bagaimana kita bisa maintenance produksi dan juga harga yang dapat menguntungkan petani tapi tidak terlalu mahal bagi masyarakat," pungkas Kuntoro Boga. (OL-2)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved