Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, banyak dari pelaku usaha yang terkendala untuk menjual produk mereka secara langsung.
Salah satu faktor yang turut menurunkan omzet penjualan adalah pemberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat dalam menekan penambahan kasus Covid-19 dengan mengurangi jam operasional bisnis.
Pandemi Covid-19 yang berlangsung dua tahun telah memberi imbas kepada sektor bisnis termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebagian pelaku usaha terpaksa menutup usaha mereka sementara dan sebagian tak mampu bertahan.
Kini dengan melonjaknya kasus Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021.
Terkait PPKM Darurat, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan kebijakan itu akan menurunkan omzet pelaku industri usaha kecil dan menengah (UKM) hingga 50%.
Kondisi pandemi dengan kebijakan pembatasan kegiatan masyarat telah menjadi perhatian Vincent Octavianus selaku pendiri brand Blow, salah satu brand sepatu dari industri UKM lokal.
Melihat fenomena ini, brand Blow sebagai salah satu brand sepatu yang cukup populer di kalangan anak muda memiliki passion untuk dapat menyediakan sepatu-sepatu kekinian dengan model menarik dengan harga terjangkau bagi semua kalangan.
Vincent menjelaskan brand Blow memiliki kelebihan yang jadi daya tarik bagi pecinta sepatu, seperti model-model sepatu fast fashion, up to date dengan trend, bahan yang sedang populer, atau pemilihan warna yang memiliki banyak peminat.
"Tak hanya itu, produk sepatu yang ditawarkan pun 70% asli buatan dalam negeri (lokal) dan harga setiap produknya sangat terjangkau sesuai dengan standar pasar di Indonesia," terang Vincent pada keterangan pers, Kamis (15/7).
Di tengah pandemi, ia terus berusaha mencari cara agar brand Blow dapat bertahan. Tidak bisa berjualan secara langsung dengan leluasa, membuat Vincent harus mencari peluang lain agar dapat tetap memasarkan produknya.
Sebelumnya pada tahun 2019, Vincent Octav memutuskan untuk mencoba peruntungan berjualan online.
Namun baru pada tahun 2021, ia terus memasarkan produk sepatu brand Blow dengan memanfaatkan platform online seperti marketplace dan sosial media. Hingga, brand Blow lebih dikenal secara online oleh banyak pecinta sepatu.
"Saya ingin terus mengembangkan dan fokus mempertahankan apa yang sudah dicapai brand Blow sejauh ini,” ujar Vincent Octav.
Menurut dia, anak muda baik pria maupun wanita jadi peminat tertinggi yang dimiliki Blow sebagai brand fashion sepatu. Tak heran, j ika dalam 1 hari saja, pihaknya berhasil menjual lebih dari 19.000 pasang sepatu ke berbagai daerah di Indonesia.
Maka dari itu, lanjut dia, Brand Blow terus berusaha tetap berinovasi dalam membuat sepatu-sepatu terbaik buatan lokal dengan kualitas tidak kalah dengan produk luar.
"Bahkan, dalam sehari, kami dapat menjual beribu-ribu pasang sepatu yang dikirim ke berbagai pelosok daerah di Indonesia," pungkas Vincent Octav. (RO/OL-09)
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
SOLUSI pendanaan cepat melalui GrabModal by OVO Finansial telah hadir sebagai dukungan nyata bagi mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan tingginya aktivitas digital selama Ramadan 2026 untuk meningkatkan promosi dan penjualan melalui platform TikTok.
Laporan IMF Article IV 2026 mencatat UMKM Indonesia menghadapi biaya pinjaman jauh lebih tinggi dan prosedur aplikasi pinjaman lebih kompleks daripada negara-negara serupa.
Pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved