Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA merupakan negara yang kaya akan keragaman jenis tanah. Dari 11 jenis tanah yang ada di dunia, Indonesia mempunyai 10 jenis di antaranya. Oleh karena itu, kebutuhan pupuk di tiap wilayah memiliki perbedaan.
Melalui acara Ngobrol Asyik (Ngobras), Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sosialisasi pemupukan tepat dosis.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tak ada yang tak bisa ditanam di Indonesia ini.
“Keuntungan kita matahari terus bersinar, awan membawa hujan, angin tidak pernah berhenti dan kita punya banyak sungai. Ada 273 juta orang yang butuh makan, namun mereka sudah terbiasa dengan pertanian,” tutur Mentan.
Ia pun meminta agar penyuluh ikut berperan aktif mengawasi distribusi pupuk tersebut.
“Pupuk subsidi itu untuk petani, bukan perkebunan kaya. Kita harus jelaskan terbuka kepada rakyat apa yang ada. Jangan sampai mereka berharap, jangan sampai kita PHP (pemberi harapan palsu),” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pada agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 15, pada Selasa (6/7), dengan tema 'Sosialisasi Dosis Pemupukan pada Sistem e-RDKK'.
Dedi mengatakan dengan adanya sosialisasi dosis pemupukan ini diharapkan penyusunan e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) berjalan lancar.
”Pupuk kita yakini sebagai pendongrak produktivitas terutama untuk tanaman padi,” jelas Dedi.
Beliau berharap, petani dan penyuluh pertanian dapat lebih cermat dalam hal jenis pupuknya dan pada saat mengaplikasikan di lapangan agar produktivitas lebih meningkat
Sebab, pupuk sangat berpengaruh dalam sistem pertanian pemupukan yang tepat jenis dan tepat jumlah sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian.
"Oleh karena itu, kita terapkan pemupukan berimbang. Yaitu pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan," terangnya.
Sementara itu narasumber kegiatan Ngobras, Ladiyani Retno Widowati, Kepala Balai Penelitian Tanah, mengatakan pemupukan sangat penting untuk meningkatkan produksi.
"Jika kurang tepat dosis, waktu, jenis dan cara pemupukan maka produktivitas bisa menurun. NPK majemuk secara teknis dapat menghemat biaya pemupukan serta menghidari kelangkaan pupuk, tetapi belum tentu sesuai untuk semua jenis komoditi dan kebutuhan spesifik," katanya.
Ladiyani menuturkan, konsep pemupukan berimbang yaitu pemberian pupuk kedalam tanah dengan jumlah dan jenis hara sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai hasil yang optimal.
Menurutnya, tidak semua unsur hara harus ditambahkan hanya yang kurang saja, kombinasi pupuk anorganik dengan bahan/pupuk organik untuk mendapatkan produksi optimal.
”Pada saat melakukan pemupukan pada tanaman, pemupukan dilakukan dengan cara pupuk didekatkan dengan akar/lubang tanam sehingga penyerapan pupuk lebih maksimal,” ujar Ladiyani.
Selain Ladiyani, hadir sebagai narasumber A Kasno, Peneliti Utama Balai Penelitian Tanah, dan Direktur Pupuk dan Pestisida Muhammad Hatta, yang ikut terlibat dalam dialog interaktif dengan petani dan penyuluh melalui aplikasi virtual Zoom dan kanal youtube, dengan total partisipan 7.796.
Saat ini tantangan pertanian ke depan yaitu adanya degradasi dan penurunan kesuburan tanah, konversi dan fregmentasi lahan, sistem garap, sewa/gadai lahan sawah, kelangkaan/keterbatasan lahan subur, variabilitas dan perubahan iklim serta terbatasnya infrastruktur.
Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh benih unggul bermutu, pemupukan berimbang ramah lingkungan, pengendalian OPT dan penanganan panen dan pasca panen.
Adapun masalah serius dalam sistem produksi padi adalah terjadinya pelandaian peningkatan produktivitas atau leveling off, masih rendahnya produktivitas padi di lahan non-intensif dan lahan sub optimal serta alih fungsi lahan sawah beririgasi teknis yang produktivitasnya tinggi menjadi lahan non pertanian. (RO/OL-09)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved