Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI sebagian besar pria, rambut merupakan bagian tubuh yang jadi indikasi kepercayaan diri. Terlebih di tengah kondisi pandemi covid-19, mereka pun tidak akan melupakan penampilan diri.
Sebab, penampilan pertama akan jadi kesan pertama agar seseorang tetap berpikir positif di masa pandemi saat ini.
Sebuah penelitian sosial di Kanada bahkan menyimpulkan jika laki-laki cenderung berkonsentrasi pada tampilan rambutnya untuk meningkatkan daya tarik serta menciptakan kesan lebih muda.
Style awareness yang dimiliki pria selalu menyempurnakan tampilan rambut menjadi peluang bisnis menjanjikan bagi produk hair styling kaum adam.
Salah satunya adalah pomade yang diklaim sebagai produk praktis untuk menyulap rambut menjadi lebih rapi, klimis, dan tentunya makin stylish.
Permintaan yang kian meningkat membuat produksi dan pemasaran pomade di Indonesia mengalami perkembangan positif.
Pada penghujung 2017 silam, sebuah produk pomade lokal bermerek Tezzen diluncurkan sebagai solusi hair styling bagi pria dengan formula terbaik dan kualitas premium yang menyaingi produk impor.
Produk yang diproduksi pelaku usaha milenial ini berhasil menarik perhatian gentlemen di Tanah Air yang ingin selalu memperhatikan penampilannya.
Meski demikian, Jemmy Tezzen, CEO sekaligus Co-Founder Pomade Tezzen, mengungkapkan jika perkembangan bisnis pomade yang dijalankannya tidak selalu berjalan mulus pada awalnya.
Sebelum resmi merilis pomade racikan sendiri, Jemmy bahkan melalui masa riset yang panjang dan menantang dengan mencoba ratusan varian pomade lokal maupun impor berbagai merek.
“Tujuan utamanya adalah untuk menemukan formula paling efektif yang cocok dengan iklim dan target pasar di Indonesia,” kata Jemmy.
Setelah melalui proses riset, survei, dan serangkaian prosedur perizinan selama lebih dari satu tahun, Tezzen memperkenalkan produknya dalam dua varian pertama, yakni Tezzen Alpha dan Bravo.
Sayangnya, enam bulan setelah peluncuran perdana, Jemmy beserta timnya harus menghadapi kenyataan bahwa produk pomade yang telah dipasarkan masih kurang mendapat perhatian.
Ia mengakui jika menjual merek pomade baru dengan racikan sendiri tidak segampang berjualan merek lain yang sudah lebih dulu dikenal publik.
Berbekal pengalaman tersebut, Jemmy kemudian kembali melakukan riset dan pengembangan varian alternatif dengan harapan bisa lebih diterima oleh target pemasaran.
Baru berjalan satu tahun, produksinya mengalami berbagai hambatan hingga sempat berada di ambang kebangkrutan.
Ada banyak kendala yang dihadapi saat itu, mulai dari pengemasan impor yang terhambat hingga target penjualan yang terus menurun. Pada akhir 2018, Jemmy merasakan usaha yang baru dirintisnya berada di titik terendah.
Namun, hal tersebut tidak membuatnya patah arang. Ia justru menganggapnya sebagai tantangan untuk terus berinovasi menciptakan produk dengan formula yang lebih efektif.
Pada Desember 2018, Tezzen hadir dengan dua varian berformula baru, yakni Tezzen Charlie dan Delta Activated Charcoal.
"Varian baru ini mendapatkan atensi yang lebih baik dibandingkan produk sebelumnya yang diracik dengan water-based formula. Akhirnya, sejak pertengahan 2019, saya beserta partner-partnernya memutuskan memasukkan formula activated charcoal pada dua varian terdahulu," ujar dia.
Jemmy menyadari jika pomade adalah produk hair styling yang digunakan sehari-hari. Oleh karena itu, ia meracik formula Tezzen yang tidak hanya ampuh menata rambut menjadi lebih rapi, tetapi juga bisa membuatnya lebih sehat.
"Kandungan activated charcoal dalam seluruh produk Tezzen memiliki fungsi detoksifikasi yang bisa menghilangkan debu dan kotoran sehingga rambut menjadi bersih dan terasa ringan," ujar dia.
Semua produk Tezzen kini sudah terdaftar di Badan POM dan memiliki sertifikasi halal. (RO/OL-09)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved