Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku peluang kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) di bidang energi terbarukan seperti mobil listrik mendapat lampu hijau.
Luhut bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo telah melakukan safari bisnis ke perusahaan-perusahaan ternama di Korsel pada 24-24 Mei.
Pada Selasa (24/5) misalnya, dalam pertemuan dengan CEO LG Energy Solution Kim Jong Hyun, Luhut membahas investasi di bidang baterai kendaraan listrik. Konsorsium LG sendiri telah menandatangani perjanjian awal yang dilakukan secara virtual pada 29 April 2021.
"Saya senang sekali bahwa perusahaan Korsel juga akan berinvestasi untuk bidang yang ramah lingkungan untuk membantu mencapai target penurunan emisi karbon,” ungkap Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (28/5).
Baca juga: Ke Korsel, Luhut Bertemu Petinggi LG dan Hyundai
Selanjutnya, Luhut beserta rombongan bertemu dengan Chairman of Korea Federation of Banks Kim Gwang-soo untuk membahas investasi ke Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, yang merupakan komitmen pemerintah dalam menarik investasi guna membantu pembangunan infrastruktur.
Kemudian safari bisnis dilanjutkan dengan bertemu Sungwun Pharmacopia untuk mengajak perusahaan Farmasi tersebut meningkatkan investasi dalam pengembangan bahan baku obat (BBO) atau Active Pharmaceutical Ingredient (API) di Indonesia melalui kerja sama dengan Kimia Farma.
Selain itu, pemerintah juga melakukan kunjungan ke Hyundai Motorstudio yang dilanjutkan pertemuan dengan President & CEO of Hyundai Youngjoon Yoon. Hyundai sendiri merupakan salah satu perusahaan yang memiliki peran penting dalam transisi energi dengan penggunaan energi hidrogen.
Sedangkan pada Rabu (25/5) Menko Marves melakukan pertemuan bersama Vice Chairman & CEO of Celltrion Healthcare Hyoung Ki Kim untuk membahas pengembangan vaksin antara Genexine dan PT Kalbe Farma dan melakukan pertemuan dengan Samsung Electronics untuk membahas potensi investasi Samsung di Indonesia.
Baca juga: Luhut : Negara Kesulitan Cari Investasi US$1Miliar
“Selama dua hari kami bertemu dengan beberapa perusahaan Korea Selatan seperti Hyundai, LG Energy Solution, SK, dll yang juga berkomitmen terhadap eco-friendly dan penurunan emisi karbon," pungkas Luhut.
Luhut menegaskan, kunjungan ke Korea Selatan kali ini membawa misi meningkatkan komitmen Indonesia untuk target penurunan emisi karbon hampir 400 juta ton pada 2030. Oleh karena itu, selain bertemu dengan perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan, rombongan juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan Han Jeoung-ae untuk membahas kerja sama untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan nilai ekonomi karbon (carbon pricing). (E-1)
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved