Selasa 25 Mei 2021, 18:32 WIB

Kemendag: Gejolak Pangan Pokok Berhasil Dikendalikan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kemendag: Gejolak Pangan Pokok Berhasil Dikendalikan

ANTARA/RAISAN AL FARISI
Sekjen Kementerian Perdagangan Oke Nurwan (kedua kanan)

 

DIREKTUR Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menuturkan, pemerintah berhasil mengendalikan harga pangan pokok di masa Ramadan dan Hari Raya Idulfitri di 2021. Hal itu terkonfirmasi dari laju inflasi pangan bergejolak (volatile food) pada April 2021 yang berada di angka 0,14%.

"Bahan kebutuhan pokok, khususnya volatile food. Volatile food itu 0,14%. Artinya sampai saat ini (inflasi) masih dalam koridor yang sudah ditetapkan," ujarnya dalam Indonesia Food Summit 2021 bertajuk Menjaga Stabilitas Harga dan Pasokan yang digelar oleh Media Group News secara hybrid, Selasa (25/5).

Capaian itu juga disebutkan tidak semata hasil kerja dari Kementerian Perdagangan. Dalam prosesnya, imbuh Oke, pihaknya turut melibatkan perusahaan milik negara, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.

"Intinya itu, ada beberapa hal fluktuasi karena spekulasi dan sebagainya karena puasa dan lebaran itu menjadi momentum," jelasnya.

Oke menambahkan, dalam konteks keterjangkauan dan ketersediaan pangan, Kemendag berperan sebagai regulator di lingkup off farm. Itu berarti urusan distribusi pangan di Tanah Air menjadi domain dari Kemendag.

Namun itu bukan tugas mudah. Sebab, Kemendag perlu menjamin kebutuhan sekitar 270 juta masyarakat yang hidup di lebih dari 17 ribu pulau di Nusantara bisa menikmati pangan tanpa ada disparitas yang tinggi.

"Kita targetkan disparitas harga tidak terlalu jauh antar daerah maupun antar waktu. Kebutuhan daerah surplus dan minus harus saling memenuhi. Tinggal disparitas antarwaktu, itu biasanya pada hari besar, itu harus dijaga kestabilannya," terang Oke.

Baca juga: HKTI Ungkap Lima Persoalan Sektor Pertanian

Selain mengamankan pangan dari sisi distribusi, Kemendag turut berupaya menjamin harga yang terjangkau di level masyarakat. Hanya, pengendalian dan stabilisasi harga pangan itu tidak dilakukan oleh operasi pasar semata.

Operasi pasar dilakukan bila muncul unsur spekulan dalam pergerakkan harga. Namun bila kendala harga terdapat pada arus distribusi, maka itu berkaitan dengan transportasi dan Kementerian Perhubungan.

Oleh karenanya, kolaborasi dan kerja sama dalam memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan ketahanan pangan menjadi kunci.

"Ini agar semua jalur bisa dioptimalkan mendistribusikan pangan secara lancar. Ini selalu kita koordinasikan," ujar Oke.

Menyoal Food Estate, Kemendag berpandangan itu merupakan kebijakan jangka panjang yang diambil pemerintah. Melalui food estate persoalan pangan di Tanah Air dinilai dapat terpecahkan.

"Food estate adalah salah satu jawaban. Off farm harus didukung dari distribusi, hubungan daerah yang terkoneksi, dan kami untuk menjamin distribusi kami siapkan fasilitasnya. Gudang kami persiapkan, pasar kami siapkan. Sehingga dengan terbangunnya food estate dan fasilitas off farm yang kami siapkan merupakan jawaban jangka panjang untuk swasembada pangan," pungkas Oke. (A-2)

Baca Juga

XL Axiata

XL Axiata bakal Akuisisi 66% Saham Link Net

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:58 WIB
Hal ini ditandai lewat penandatanganan kesepakatan tidak mengikat XL Axiata dengan pemegang saham mayoritas Link...
Dok MI

Serapan Anggaran Daerah Rendah karena Pemda Incar Bunga Bank

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:12 WIB
Imbal hasil, atau bunga yang diterima pemerintah daerah dari perbankan, kata Amir, masuk ke dalam...
Antara

Tol Listrik Sepanjang 864 Km Resmi Beroperasi di Flores

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 18:38 WIB
Dia menurturkan, kehadiran tol listrik tersebut bisa memperkuat keandalan listrik dan peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya