Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh tinggi di triwulan II 2021. Proyeksi pemerintah untuk tiga bulan kedua di 2021 ialah ekonomi tumbuh pada kisaran 6,9% hingga 7,8%.
"Berbagai lembaga berdasarkan mereka punya proyeksi konsensusnya antara 6,7% sampai 7,1% ini terjadi kenaikan di triwulan II. Pemerintah memperkirakan di triwulan II pertumbuhannya adalah 6,9% sampai 7,8%," kata Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (5/5).
Tingginya proyeksi pertumbuhan itu didasari pada basis penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) secara tahunan (year on year/yoy), ketika pada triwulan II 2020 merupakan pertumbuhan terendah yang dimiliki Indonesia yakni -5,32%.
Airlangga bilang, PDB atas dasar harga konstan pada triwulan II 2020 ialah Rp2.589,8 triliun. Angka itu bahkan lebih rendah dari PDB atas dasar harga konstan triwulan I 2021 yang baru dirilis BPS di level Rp2.703,1 triliun.
Dengan begitu, bila posisi PDB atas dasar harga konstan triwulan I 2021 dapat dipertahankan di triwulan II 2021, Indonesia telah memiliki pertumbuhan 5,6% (yoy). Sedangkan sejak 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara triwulanan berkisar 1,3%.
"Kita ketahui sejak 2020 dari triwulan II sampai dengan III dan IV kita rerata tumbuh 1,3% sampai 1,5% sehingga dengan pokok 5,6%, kalau ditambah 1,3% itu kita bisa mencapai 6,9%," urai Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga meyakini komponen pembentuk PDB akan mengalami pertumbuhan positif di triwulan II 2021. Konsumsi rumah tangga di perkirakan akan tumbuh di kisaran 6,9% hingga 7,9%; konsumsi LNPRT tumbuh di rentang 5,0% hingga 5,5%; konsumsi pemerintah tumbuh di kisaran 7,6% hingga 7,9%; PMTB tumbuh di kisaran 6,4% hingga 8,3%; ekspor tumbuh di rentang 10,5% hingga 12%; dan impor diperkirakan bakal tumbuh di kisaran 9,5% hingga 14%.
Adapun berdasarkan data BPS pada triwulan I 2021 ini tercatat hanya tiga kelompok yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu konsumsi pemerintah (2,96), ekspor (6,74%), dan impor (5,27%). Sedangkan tiga kelompok lain masih mengalami pertumbuhan negatif seperti konsumsi rumah tangga (-2,23%), konsumsi LNPRT (-4,53%), dan PMTB (-0,23%).
Konsumsi rumah tangga yang tumbuh -2,23% itu merupakan sumber kontraksi terdalam pada sumber pertumbuhan PDB triwulan I 2021 menurut pengeluaran sebesar -1,22%. (OL-8)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Infografis pencapaian kinerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sepanjang tahun 2025
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan atas seluruh substansi tarif resiprokal.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memastikan bahwa Indonesia saat ini terus berproses untuk bergabung sebagai anggota penuh OECD.
Indonesia jadi negara pertama yang capai kesepakatan penurunan tarif dengan AS dari 32% menjadi 19%, langkah diplomasi ekonomi yang jaga kepentingan nasional.
Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP), sebagai tindak lanjut pelaksanaan program strategis nasional berjalan efektif
SEKRETARIS Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, capaian investasi Indonesia terus menunjukkan kinerja yang kuat dan semakin berkualitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved