Jumat 23 April 2021, 16:15 WIB

Pemerintah Ungkap Anggaran Covid-19 Bisa Bangun 2 Ibu Kota Baru

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Ungkap Anggaran Covid-19 Bisa Bangun 2 Ibu Kota Baru

Medcom.id/Annisa
ilustrasi virus korona (covid-19)

 

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, anggaran covid-19 yang disalurkan pemerintah selama ini terbilang besar, bahkan disebut bisa membangun dua Ibu kota baru.

"Kalau kita hitung-hitung, anggaran yang mendadak untuk kesehatan covid ini sudah bisa membangun dua ibu kota baru sebenarnya. Tidak hanya di Kalimantan Timur, di Papua juga bisa," kata Tjahjo dalam acara Sakip RB Award 2020 secara virtual, yang dikutip Jumat (23/4).

Baca juga: Peringati Hari Bumi, MODENA Ajak Pelanggan untuk Lebih Peduli

Menurut perhitungan Tjahjo, anggaran yang sudah digelontorkan pemerintah mencapai Rp1.500 triliun, baik untuk penanganan covid-19 dan program bantuan sosial maupun berbagai kebijakan program stimulus ke masyarakat selama ini.

"Anggaran kesehatan dengan bantuan sosial sudah hampir Rp1.500 triliun. Ini anggaran yang besar," sebutnya.

Dengan anggaran yang fantastis itu, lanjut Tjahjo, praktis mengubah segala macam program yang sudah direncanakan pemerintah untuk dialokasikan penanganan covid-19 di Tanah Air. Termasuk, ungkapnya, program reformasi birokrasi yang juga merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya pada akhir Desember 2020, Badan Pemerika Keuangan (BPK) mencatat total pembiayaan penanganan covid-19 menembus Rp 1.035,2 triliun. Auditor Utama Keuangan Negara III BPK Bambang Pamungkas menjelaskan, anggaran penanganan Covid-19 itu berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 937,42 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp937 triliun berasal dari APBN dan Rp86,3 triliun dari APBD. Kemudian, Rp6,5 triliun bersumber dari sektor moneter dan Rp4 triliun dari BUMN, dari BUMD ada Rp320 miliar dan dana hibah masyarakat Rp625 miliar.

Sementara itu, dari kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada 2019, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Ibu kota baru mencapai Rp 466 triliun. Anggaran itu disebut terbagi atas tiga skema pembiayaan, yakni dari APBN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan swasta.

Baca juga: Pekan Ke-2 Puasa, Harga Daging Ayam hingga Cabe Rawit Kompak Turun

Presiden Jokowi pun memastikan, Ibu kota negara yang akan dibangun di Kalimantan Timur akan menerapkan konsep kota pintar atau smart city. Ia ingin, kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi rujukan bagi kota-kota lain di Indonesia tetapi juga di dunia.

"Mari kita rancang ibu kota baru di Kalimantan Timur menjadi kawasan yang benar-benar smart desainnya, yang menjadi pionir, yang menjadi rujukan bagi dunia," ujar Jokowi dalam acara HUT Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) ke-50, Sabtu (17/4). (OL-6)

Baca Juga

Ist

Indodax dan Ayobantu Salurkan Bantuan Modal untuk Pelaku UMKM

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 20:58 WIB
Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit...
Dok.PGE

PGE Tuntaskan Proyek PLTP Binary Organic Rankine Cycle di Sulawesi Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 20:36 WIB
PLTP Binary Organic Rankine Cycle 500 kW di lokasi PGE Area Lahendong dinyatakan laik...
Ist

Paradigma Baru Kepemimpinan Indonesia di Ekonomi Global

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 20:30 WIB
Wamenkeu Suahasil Nazara membuka seminar dengan mengkilas balik kondisi sosial ekonomi Indonesia pada awal pandemi tahun 2020, saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya