Jumat 09 April 2021, 15:30 WIB

HK Webseries #RUN21RUN -Kenali Kompetitor, Menangi Persaingan

mediaindonesia.com | Ekonomi
HK Webseries #RUN21RUN -Kenali Kompetitor, Menangi Persaingan

DOK MARK PLUS

 

SETELAH sukses dengan Webinar Series bertajuk SPA (Surviving/Servicing – Preparing – Actualizing) pada 2020 dan dihadiri oleh 3.000 peserta, MarkPlus, Inc. kembali mengadakan Webinar Series dengan tema #RUN21RUN. Webinar akan diadakan dalam tiga episode sepanjang tahun 2021.

RUN merupakan konsep terbaru yang digagas oleh pakar pemasaran sekaligus Founder dan Chairman MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya. Melalui konsep ini, Hermawan ingin memperkenalkan strategi untuk menghadapi tahun 2021 di mana dunia bisnis telah memasuki masa recovery. RUN sendiri merupakan akronim dari Rethinking the Competition, Unifying the Corporation, dan Navigating the Customer.

“Tahun 2020 itu berbeda dari tahun 2021, strateginya pun juga harus berbeda. Tahun 2020 perusahaan dituntut untuk lebih adaptif dengan perubahan. Sementara 2021 harus transformatif, harus jelas tujuannya ke mana,” ujar Hermawan pada acara HK Webinar Series: #RUN21RUN, Kamis (8/4/2021).

Pada episode perdananya, Hermawan menjelaskan mengenai strategi dalam memenangkan persaingan pada tahun 2021. Yaitu Rethinking the Competition.

Strategi pemasaran yang tepat menjadi sangat krusial di masa recovery. Pada tahap pertama dalam penentuan strategi, perusahaan harus dapat memahami lanskap kompetisi yang saat ini terjadi.

Dalam menghadapi ketidakpastian dalam persaingan bisnis, pengusaha harus jeli dalam melihat apa saja yang dilakukan oleh pesaingnya, mulai dari inovasi, produk baru, hingga strategi kompetitor. Setelah memahami kompetitor dan lanksap kompetisi, perusahaan dapat menentukan positioning dan differentiation yang kemudian dapat menggerakan pelanggan.

“Di tahun 2021 itu adalah masa transformasi, di mana sebelh terjun ke kompetisi kita harus merenungi dulu kompetitor yang mana yang harus kita hadapi saat ini, agar strategi yang sudah direncanakan tidak terlaksanakan secara sia sia,” lanjut Hermawan.

Selain itu, menurut Hermawan, terdapat empat terrain persaingan di dunia bisnis. Yakni: traditional/conventional vs traditional/conventional, startup/digital vs. traditional/conventional, traditional/ conventional vs. startup/ digital, dan startup/ digital vs. startup/ digital.

Setiap fase ini merupakan medan pertempuran yang berbeda yang akan menentukan alternatif strategi yang dapat dipilih oleh perusahaan. “Ada kalanya startup menang dari perusahaan konvensional karena memanfaatkan digitalisasi. Tetapi perusahaan konvensional juga memiliki kesempatan bertahan karena memiliki wisdom yang kuat. Karena itu, pada akhirnya keduanya harus disatukan. Harus menjadi OMNI atau memiliki sifat agile startup, wisdom yang kuat seperti perusahaan konvensional, dan pemanfaatan teknologi/digitalisasi,” pungkas Hermawan.

Terdapat empat alternatif strategi yang dapat diaplikasikan oleh pelaku bisnis dalam memenangkan persaingan di 2021. Pemasar dapat menggunakan kerangka kerja marketing battle plan yang berasal dari buku karya AI Ries & Jack Trout berjudul Marketing Warfare.

Marketing battle plan terdiri dari empat strategi marketing yang dapat dipilih oleh pemasar berdasarkan dari posisi perusahaan dalam suatu persaingan serta sumber daya-sumber daya yang dimiliki. Keempat strategi tersebut adalah The Defensive Marketing Strategy, The Offensive Marketing Strategy, Flanking Marketing Strategy, dan Guerilla Marketing Strategy.

Dua strategi pertama dapat digunakan oleh perusahaan besar yang telah menguasai market share, sedangkan yang dua terakhir untuk perusahaan kecil.

Sementara itu, adapula Start Up Strategy yang berasal dari Harvard Business Review (HBR). Terdiri dari Value Chain, Intellectual Property, Disruption, dan Architectural. Strategi value chain kebanyakan digunakan oleh startup dan berfokus pada kompetensi yang dimilikinya.

Intellectual property adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan yang fokus melakukan penemuan atau invention, serta tidak melakukan kolaborasi dengan tujuan fokus memiliki paten sendiri.

Sedangkan strategi disruption berfokus pada strategi yang bersifat agile. Startup harus dapat membuat perencanaan tidak hanya satu step, tapi dua hingga tiga step ke depan dibanding perusahaan lain untuk mengambil sumber daya yang ada.

Sementara architectural di mana dilakukan startup yang sifatnya melahirkan platform dan mengikan value chain yang ada.

Selanjutnya adalah strategi dari buku Marketing 5.0 oleh Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Terdiri dari tiga strategi utama yaitu Migrate Customer to Digital Channels, Build Digital Capabilities, dan Strengthen Digital Leadership.

Dalam strategi ini berfokus pada penggunaan platform digital untuk memaksimalkan customer journey. Perusahaan kemudian harus dapat membuat perencanaan yang matang mulai dari hulu ke hilir untuk memperkuat sumber daya secara digital.

Setelah episode pertama Rethinking the Competition, HK Webinar Series #RUN21RUN episode kedua akan hadir pada 8 Juli 2021 dan membahas mengenai Unifying the Corporation.

Selanjutnya episode ketiga akan membahas mengenai strategi terakhir. Yaitu Navigating the Customer yang diselenggarakan pada 14 Oktober 2021. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok Instagram @sejiwa_cuisine

Tips Memulai Bisnis Kuliner dan Jamu Kekinian

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 April 2021, 00:59 WIB
Setiap pe.bisnis punya resep masing-masing untuk memulai usaha dan merengkuh sukses misalnya mampu memasarkan produknya seluas mungkin ke...
foodal.com

Sulawesi Tenggara Ekspor Perdana 26 Ton Pala ke Tiongkok

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 April 2021, 23:55 WIB
Sultra adalah salah satu daerah penghasil pala di Indonesia, dan pala yang dihasilkan oleh para petani selama ini banyak dipasarkan ke...
Ist

BPJAMSOSTEK Realisasikan Manfaat Beasiswa Rp174 Juta untuk 2 Anak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 April 2021, 22:35 WIB
Permenaker No 5 Tahun 2021 mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat program JKK, JKM, dan JHT, dengan salah satunya adalah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jejak Herbal Cagar Biosfer

Lingkungan alam di Malang menunjang pembudidayaan tanaman obat. Ada sejarah panjang yang melingkupinya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya