Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TERLELAP di saat bekerja biasanya dikaitkan dengan simbol kemalasan dan sering menjadi pertimbangan perusahaan untuk menunda promosi atau bahkan memberikan sanksi bagi karyawan.
Namun alih-alih memberi sanksi, Mark Bertolini, CEO Aetna, sebuah perusahaan asuransi terbesar di Amerika Serikat, justru memberi insentif hingga US$500 atau sekitar Rp6,6 juta untuk karyawan yang bisa menghabiskan tidur 7 jam setiap malam.
Bertolono meyakini tidur di saat bekerja hanya merupakan dampak dari minimnya waktu tidur normal yang seharusnya dinikmati para pekerja.
"Tidur itu sangat penting bagi semua orang. Mendorong pekerja mendapatkan jam tidur yang cukup justru akan mendatangkan keuntungan lebih bagi perusahaan," ujar Bertolini, seperti dikutip CNBC.com, Selasa (5/4).
Pasalnya, seseorang yang mendapat tidur yang cukup akan mampu memberi kontribusi optimal saat menjalankan tugas dan pekerjaannya.
"Anda tidak bisa mempersiapkan diri Anda untuk bekerja secara maksimal jika kurang tidur," tambahnya.
Karena itu, ia pun berani menggelar program pemberian upah tidur kepada karyawan yang digagasnya sejak setahun silam.
"Jika pekerja bisa menghabiskan tidur selama 7 jam selama 20 malam, kami akan beri mereka US$25 per malam, dan hingga lebih dari US$500 selama satu tahun," paparnya.
Selain menawarkan insentif itu, Aetna juga mendorong para pekerja untuk tetap bugar dengan mengikuti arahan hidup sehat dari layanan fitness daring, Fitbit.
Pun Aetna mengandeng Duke University untuk menelaah keefektifan program kebugaran yang mencakup tidur yang cukup, yoga, dan meditasi.
"Hasilnya, 69 menit produktivitas dalam sebulan kami raih hanya dari kebugaran dan pikiran yang segar dari para pekerja."
Pola tidur para pekerja itu tecermin dari hasil riset konsultan manajemen McKinsey.
Sejumlah 43% responden atau 6 dari 10 orang mengaku tidak cukup tidur selama seminggu.
Selain itu, Institut Kesehatan Nasional di Amerika Serikat juga merekomendasikan orang dewasa dan orang tua harus tidur 7-8 jam per malam.
Pendiri dan pemimpin redaksi pendiri The Huffington Post Arianna Huffington yang juga penulis buku The Sleep Revolution menyebut pendekatan Bertolini merobohkan stereotip dan pemikiran lama dalam berbisnis.
"Ini mengubah budaya bisnis kebanyakan yang lebih lelah dan menguras tenaga karyawan," kata Huffington.
Ia pun menyebutkan beberapa pemimpin perusahaan ternama dunia yang meraih kesuksesan dengan memberi porsi cukup untuk waktu tidur pekerja mereka.
Termasuk di antara mereka ialah CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Amazon Jeff Bezos, pengusaha ventura Marc Andreessen, dan Eric Schmidt, Chairman Google Alphabet. (Adi/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved